Berita Terbaru

DIALOG Menakjubkan Panglima Salahuddin dengan Panglima Perang Salib

Ketika Tentara Salib merebut Jerusalem pada Perang Salib I tahun 1099, mereka membantai habis penduduk Jerusalem, tidak hanya muslim tetapi juga penduduk Yahudi serta penganut Nasrani ortodox, termasuk kaum Arian, dan sekte-sekte lain yang dicap sesat oleh Paus. Tak terhitung masjid, sinagog, gereja ortodox dan perpustakaan habis dijarah, dirusak bahkan dibakar. Sebelumnya, di sepanjang jalan menuju Jerusalem tentara Salib juga melakukan pembunuhan, perampokan, pemerkosaan dan penganiayaan serupa. Selama Perang Salib I, ratusan ribu wanita, anak dan orang tua menjadi korban.


Namun ketika Kekhalifahan Islam dibawah pimpinan Panglima Salahuddin merebut kembali Jerusalem pada tahun 1187, tidak ada pembunuhan terhadap warga nasrani yang tertinggal di kota itu, tidak ada pengrusakan dan perampokan terhadap gereja, dan para pemuka agama nasrani sedikitpun tidak disentuh. Salahuddin melarang balas dendam dan tentaranya sangat disiplin menjalankan perintah Salahuddin sehingga tidak ada kekerasan dan kematian setelah kota Jerusalem menyerah.

Salahuddin: "Saya akan memberikan jaminan keamanan tiap nyawa menuju wilayah kristen. Setiap orang, wanita, anak-anak, orangtua, dan semua ksatria dan prajuritmu serta ratumu. Dan rajamu aku tinggalkan padamu dan apa kehendak Tuhan yang akan dibuat padanya. Tidak ada yang dapat mencegah. Aku bersumpah pada Tuhan."

Panglima Salib: "Orang kristen membantai setiap orang muslim di balik tembok ini ketika mereka menguasai kota ini."

Salahuddin: "Aku bukan seperti orang-orang itu. Aku Salahuddin. Salahuddin."
[VIDEO Keagungan Salahuddin] [PI]

Share on Facebook
Share on Twitter
Share on Google+

Related : DIALOG Menakjubkan Panglima Salahuddin dengan Panglima Perang Salib