6 Polisi Bawa Senjata Api di Demo Ngaku Tak Dengar Instruksi karena Tak Apel


Foto: Rmol

Karo Provost Div Propam Mabes Polri Brigjen Hendro Pandowo mengungkapkan alasan enam polisi terperiksa yang membawa senjata api saat pengamanan aksi unjuk rasa di gedung DPRD Sultra. Hendro mengatakan enam polisi itu mengaku tak mendengar instruksi Kapolres lantaran tak mengikuti apel.

"Dari hasil pemeriksaan, mereka (enam terperiksa) itu tidak mengikuti apel sehingga ada instruksi dari Kapolres bahwa setiap pengamanan itu tidak boleh bawa senjata api, tapi mereka tidak ikut apel langsung bergabung dengan temannya di DPRD," ujar Hendro kepada wartawan, di Mapolda Sultra, Kamis (17/10/2019).

Dia juga mengatakan keenam terperiksa yang mengikuti sidang disiplin hari ini masuk dalam surat perintah tugas (sprint) pengamanan pada 26 September lalu.

"Iya, masuk (sprint)," terangnya

Hendro mengatakan arahan terkait tidak membawa senjata api sudah sering ditekankan oleh Kapolri kepada seluruh jajarannya. Namun keenam polisi terperiksa ini diduga telah melanggar SOP.

Keenam terperiksa yang namanya masuk sidang disiplin adalah DK, GM, MI, MA, H, dan E. Hari ini kelima terperiksa, yakni GM, MI, MA, H, dan E, menjalani sidang disiplin. Sementara DK dijadwalkan besok (Jumat) untuk menjalani sidang karena sudah berbeda ankum, di mana lima terperiksa masuk ankum Ka Yanma, sementara DK masuk pelayanan operasional. (Detik)

Iklan Atas Artikel

Iklan Tengah Artikel 1

Iklan Tengah Artikel 2

Iklan Bawah Artikel