Sungguh Ngeri! Begini Penampakan Topan Super Hagibis dari Angkasa

Hagibis pada 8 Oktober. Foto: NASA

Terbentuk secara intensif hingga menjadi badai tropis kategori 5, topan Hagibis bergerak di lautan Pasifik ke Jepang. NASA pun menangkap fotonya dengan satelit mereka dari angkasa.

"Hal unik dari topan ini adalah betapa cepatnya dia menjadi intensif menjadi topan super begitu awal," kata Patrick Duran dari Short-term Prediction Research and Transition Center (SPoRT) NASA.

'Mata' badai yang kecil merupakan pertanda bahwa badai ini sangat intens. Hagibis mengumpulkan kekuatan dalam kecepatan tinggi, dengan angin yang ditimbulkannya bertiup hingga 180 kilometer per jam.

Topan tersebut diperkirakan menghantam pulau yang paling padat populasinya di Jepang, Honshu, pada Sabtu waktu setempat. Toko-toko, pabrik dan jaringan kereta api telah ditutup dan perhelatan Piala Dunia Rugby serta Formula 1 juga terancam terganggu.

Japanese Meteorological Agency (JMA) mengklasifikasikannya dalam tingkat tertinggi yaitu badai ganas. Tapi menjelang menghujam daratan, ia diprediksi akan sedikit melemah dengan status menjadi topan sangat kuat.

Perlambatan terjadi terkait udara yang lebih kering dan temperatur permukaan laut yang lebih dingin. JMA menyebut beberapa rekor mungkin akan terpecahkan oleh topan ini.

Pada kondisinya sekarang dengan skala Saffir Simpson, Hagibis masuk kategori 4 dan beranjak menuju kategori 5. "Topan ini bisa memecahkan rekor soal level hujan dan angin," sebut JMA. (detik)

Iklan Atas Artikel

Iklan Tengah Artikel 1

Iklan Tengah Artikel 2

Iklan Bawah Artikel