Anies Tegaskan Dirinya Tak akan Urus Meme Joker: Kedengkian Itu Enggak Ada Obatnya


Anies Baswedan. (Foto: Katadata)

Ade Armando mengunggah meme Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan sebagai Joker untuk memprotes Anies soal kejanggalan anggaran APBD DKI Jakarta 2020.

Dikutip TribunWow.com dari video unggahan kanal Youtube realita tv, Sabtu (2/11/2019), mulanya Anies menjelaskan ketika tidak ada hal yang bisa diprotes, maka yang diungkapkan adalah kekesalan.
"Ketika tidak ada yang bisa diprotes yang diungkapkan adalah kekesalan," jelas Anies.

"Apanya yang mau diprotes?" tambahnya.

Anies mengatakan jika seseorang ingin memprotes sesuatu maka mereka tinggal menunjukkan bukti yang mereka miliki.

"Kalau bisa diprotes tinggal ditunjukkan," jelasnya.

Ia mengatakan apabila ingin protes maka tinggal ditunjukkan apa fakta yang dipunya bagaimana seharusnya kegiatan berjalan.

Anies menambahkan ketika ada ketidakselarasan terhadap rencana dan kenyataan barulah mengajukan protes.

"Ini yang seharusnya (rencana), ini kenyataannya (realita), ada masalah (rencana dan realita tidak sejalan) protes," tegasnya.

Menurut Anies, orang yang tidak bisa menunjukkan hal-hal di atas tidak bisa dianggap protes.

Ia menambahkan hal tersebut hanya kedengkian semata.

"Tapi kalau tidak ada yang bisa dipermasalahkan?" kata Anies.

"Kedengkian itu enggak ada obatnya," kata dia.

Anies mengatakan kedengkian sudah ada sejak masa Rasulullah dan tidak bisa dihilangkan dari manusia.

"Dari zaman Rasullulah enggak ada obatnya," tambahnya.

Mantan Menteri Pendidikan dan Kebudayaan (Mendikbud) tersebut menjelaskan dirinya tidak akan mengurus kasus meme Joker.

"Saya sih enggak akan mengurusi itu," tegasnya.

Anies mengatakan mengurus hal tersebut hanya membuang-buang waktu.

"Enggak penting, dan sebetulnya sayang-sayang waktu kita ngobrolin urusan yang enggak penting itu," jelas Anies.

Pria yang pernah menjadi rektor Universitas Paramadina tersebut kembali menekankan ketika menghargai diri sendiri, pasti menghargai orang lain.

"Kalau kita menghargai diri sendiri, pasti menghargai orang lain," tambahnya.

Ia menambahkan ketika seseorang memilki adab dan tata krama, maka dirinya juga akan menerapkan hal tersebut kepada orang lain.

"Kalau kita mengerti adab tata krama untuk diri sendiri pasti menerapkan juga pada orang lain," tuturnya.

Posting-an meme foto Anies Baswedan yang disamakan dengan Joker berujung di kepolisian.

Ade Armando yang merupakan pengunggah meme tersebut, mengatakan dirinya bukan pembuat meme tersebut.

Namun ia menambahkan dirinya memang orang yang menyebarkan meme tersebut di sosial media sebagai bentuk protes terhadap Anies Baswedan atas kejanggalan anggaran APBD DKI Jakarta.

Anggota Dewan Perwakilan Daerah (DPD) RI Fahira Idris di Polda Metro Jaya, Jakarta Selatan, Jumat (1/11/2019). Fahira melaporkan Ade Armando atas unggahan meme Joker yang menyindir Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan (KOMPAS.COM/RINDI NURIS VELAROSDELA)

Ade dilaporkan oleh Anggota Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPD) Fahira Idris, atas dugaan perubahan terhadap bentuk dokumen dan atau informasi elektronik atas foto Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan.

Dikutip TribunWow.com dari Kompas.com, Jumat (1/11/2019), Fahira mengatakan foto yang digunakan oleh Ade adalah dokumen milik Pemerintahan Provinsi (Pemprov) DKI atau milik publik yang diduga diubah menyerupai Joker.

"Foto (yang diunggah) di facebooknya Ade Armando adalah foto Gubernur Anies Baswedan yang merupakan dokumen milik Pemprov DKI atau milik publik yang diduga diubah menjadi foto seperti (tokoh) Joker," ujar Fahira di Polda Metro Jaya, Jakarta Selatan, Jumat (1/11/2019).

Ia menambahkan foto tersebut juga mengandung pencemaran nama baik dengan adanya kata-kata yang menghina Anies.

"Foto itu juga diunggah dengan kata-kata atau narasi yang mengarah pada pencemaran nama baik yakni 'Gubernur Jahat Berawal dari Menteri yang Dipecat'," ujar Fahira.

Laporan Fahira telah terdaftar dalam nomor laporan LP/7057/XI/2019/PMJ/Dit. Reskrimsus, tanggal 1 November 2019.

Pasal yang dikenakan kepada Ade selaku pengunggah adalah Pasal 32 Ayat 1 Jo Pasal 48 ayat 1 Undang-Undang Nomor 19 Tahun 2016 tentang Informasi dan Transaksi Elektronik.

Klarifikasi Ade Armando

Dikutip TribunWow.com dari wartakota.tribunnews.com, Minggu (3/11/2019), Ade Armando pelaku dibalik pengunggah meme foto Anies Baswedan yang menjadi viral memberikan klarifikasinya.

Ade mengatakan meme yang diunggah olehnya ke sosial media bukan buatan dirinya.

Ia mengatakan dirinya hanya menyebarkan meme Anies berwajah Joker tersebut .

Dilaporkan Terkait Ubah Wajah Anies Jadi Joker, Ade Armando: Saya Secara Sadar Menyebarkannya. (Kompas.com/Akhdi Martin Pratama/Instagram/imanis.id)

"Meme itu sendiri bukan buatan saya. Tapi saya secara sadar menyebarkannya," ujar Ade Armando saat dihubungi Kompas.com, Sabtu (2/11/2019).

Meskipun dia tidak membuat meme tersebut, Ade mengatakan konten meme tersebut sesuai dengan apa yang ia ingin katakan kepada Anies dan masyarakat.

"karena isinya memang sesuai dengan apa yang ingin saya sampaikan kepada Anies dan kepada publik," tambahnya.

Aksi mengunggah meme tersebut dilakukannya lantaran dirinya kecewa terhadap penemuan kejanggalan anggaran APBD DKI Jakarta.

"Itu merupakan penghamburan uang rakyat yang luar biasa. Menurut saya, apa yang dilakukannya jahat," ucap dia.

Terkait adanya pelaporan dirinya ke polisi, Ade mengatakan ia siap untuk diperiksa.
"Saya siap diperiksa," tegasnya.

Ade yakin dirinya tidak merasa bersalah dalam kasus meme Anies berwajah Joker.

"Saya merasa sama sekali tidak bersalah, apalagi kalau tuduhannya saya mengubah gambar Anies," tambahnya. (Tribunnews)

Iklan Atas Artikel

Iklan Tengah Artikel 1

Iklan Tengah Artikel 2

Iklan Bawah Artikel