Gara-gara Bikin Video Hoax Tsunami Buleleng, Pegawai Bank Diamankan Polisi


Foto: Detik

Polisi mengamankan seorang pria pembuat video hoax soal tsunami di Buleleng, Bali. Pria berinisial SC (40) merupakan pegawai bank daerah.

"Sudah diamanin tapi masih dipelajari videonya apakah ada unsur hoax-nya," kata Kasubag Humas Polres Buleleng Iptu I Gede Sumarjaya ketika dimintai konfirmasi, Jumat (15/11/2019).

Sumarjaya menyebut SC menyerahkan diri di Polsek Seririt pada Kamis (14/11) pukul 22.30 Wita. SC mengaku khawatir karena videonya diduga menyebarkan keresahan.

"Dia menyerahkan diri ke Polsek karena merasa resah, diamankan di Polsek Seririt. Takutnya terjadi hal yang tidak diinginkan padahal niatnya dia bagus, akhirnya dia ke polsek menyerahkan diri," jelasnya.

Sumarjaya mengatakan SC membuat video naiknya air laut pascagempa berkekuatan magnitudo 5,0. Dia menyebut video itu lalu viral dan membuat panik warga.

"Dia salah satu karyawan bank daerah. Pelaku telah membuat video viral terkait dengan naikknya air laut pada saat terjadinya gempa bumi di kawasan pesisir laut Desa Pengastulan Kecamatan Seririt Kabupaten Buleleng," terangnya.

Dari situs resmi Badan Meteorologi, Klimatologi dan Geofisika (BMKG), gempa terjadi pukul 17.21 WIB, Kamis (14/11). Gempa berkekuatan magnitudo berlokasi di koordinat 8,16 Lintang Selatan dan 114,90 Bujur Timur, atau 21 km Barat Daya Bulelang, Bali. Gempa ada di kedalaman 10 km.

Warga pesisir yang tinggal di Pengastulan semalam berbondong-bondong mengungsi ke Bubuan atau dataran yang lebih tinggi karena ada isu tsunami. Namun, BPBD menegaskan gempa tersebut tidak berpotensi tsunami.

"Tombol aktivasi sirine berada di Pusdalops BPBD Bali, kami tidak pernah mengaktifkan sirine tersebut, karena memang rilis BMKG gempa terserbut tidak berpotensi tsunami. Jadi kami tegaskan tidak ada bunyi sirine tsunami di Seririt. Kami mengimbau masyarakat tetap tenang dan hanya percaya informasi resmi dari BMKG," kata Kepala Pelaksana BPBD Bali, Kamis (14/11).

Rentin juga memastikan kabar tsunami itu hoax. Sebab, tower sirine tsunami milik BPBD bukan berada di wilayah Pantai Pangastulan.

"Tower Sirine Tsunami milik BPBD berasa di Desa Sulanyah, bukan di Desa Pengastulan," terang Rentin. (Detik)

Iklan Atas Artikel

Iklan Tengah Artikel 1

Iklan Tengah Artikel 2

Iklan Bawah Artikel