Imbauan Salam Semua Agama Diprotes, Ustadz Tengku: Mirip Zaman PKI


Foto: Riau Pos

Wakil Sekretaris Jenderal Majelis Ulama Indonesia (MUI) Ustadz Tengku Zulkarnain geram dengan banyaknya pihak yang memprotes keputusan MUI mengeluarkan imbauan tidak salam semua agama. Ia menyamakan kondisi saat ini dengan zaman PKI.

Awalnya Penulis dan pegiat media sosial Denny Siregar mengomentari imbauan yang dikeluarkan oleh MUI Jatim. Menurutnya, penyebab kekacauan MUI akibat keberadaan Tengku Zul.

"Selama Ayah Naen dijadikan rujukan dan ulama, maka kacaulah majelis yang mengatasnamakan umat Islam ini," kata Denny Siregar, Senin (11/11/2019).

Tengku Zul geram dengan pernyataan Denny Siregar tersebut. Melalui akun Twitter miliknya @ustadtengkuzul ia meluapkan kekesalannya dan menyamakan kondisi saat ini seperti zaman PKI.

"Kondisi saat ini mirip zaman PKI umat Islam yang besar diremehkan," kicau Tengku Zul.

Tengku Zul tidak terima dengan pernyataan Denny tersebut. Ia menegaskan bahwa fatwa yang dikeluarkan MUI tidak bisa disetir oleh pihak manapun.

"Denny Siregar dkk KALAP...? Dia Pikir Fatwa Ulama Bisa Disetir Kayak Rombongannya...? MUI Tidak Digaji. MUI adalah kologial, tidak bisa main setir," ungkap Tengku Zul.

Lebih lanjut, Tengku Zul memastikan bahwa setiap fatwa yang dikeluarkan bertujuan untuk melindungi akidah umat Islam.

"Fatwa MUI untuk melindungi aqidah Umat, bukan ajang cari makan," pungkasnya.


Imbauan yang dikeluarkan MUI Jatim terkait fenomena pengucapan salam lintas agama dalam sambutan di acara Resmi.

Imbauan itu termuat dalam surat edaran yang ditandatangani Ketua MUI Jatim KH Abdusshomad Buchori dan Sekretaris Umum Ainul Yaqin tertanggal 8 November 2019.

Selanjutnya, Dewan Pimpinan MUI Provinsi Jawa Timur merujuk pada rekomendasi Rakernas MUI pada 11-13 Oktober 2019 di Nusa Tenggara Barat menyampaikan taushiyah dan pokok-pokok pikiran. (Gelora)

Iklan Atas Artikel

Iklan Tengah Artikel 1

Iklan Tengah Artikel 2

Iklan Bawah Artikel