Sedih, Gajah di Sri Lanka Dipaksa Bekerja Sampai Mati


Ilustrasi gajah mati. (Foto: Inilah)

Kabar sedih datang dari Sri Lanka. Seekor gajah ditemukan mati setelah bekerja sebagai gajah tunggangan buat turis.

Seekor gajah berusia 18 tahun harus merenggang nyawa, diduga karena beban kerja yang berlebihan. Gajah bernasib tragis ini bernama Kanakota. Kematian Kanakota disebut sebagai sebuah tragedi.

Dihimpun dari beberapa sumber, gajah Kanakota ini merupakan hewan gajah tunggang buat turis di Sigiriya Touris Trail. Destinasi ini memang menawarkan atraksi menunggang gajah buat para wisatawan.

Kanakota sudah bekerja di Sigiriya sejak usianya 3 tahun. Diduga, Kanakota meninggal karena dipaksa bekerja secara terus-terusan.

Paul Healey, aktivis pecinta satwa dari organisasi bernama Moving Animals mengatakan, wisatawan mesti berhenti naik wahana menunggang gajah. Selama permintaan dari wisatawan terus ada, maka atraksi menunggang gajah akan tetap ada.

"Kami mendesak kepada para wisatawan agar tidak lagi menunggang gajah. Kami juga meminta Pemerintah Sri Langka untuk membuat Undang-undang Kesejahteraan Satwa agar melindungi satwa-satwa menakjubkan di negeri ini," kata Paul seperti dikutip dari UNILAD.

Perilaku menyiksa satwa di Sri Langka ditengarai kerap terjadi karena undang-undang di negeri ini tidak berubah sejak tahun 1907. Siapapun pelaku yang terbukti menganiaya satwa dihukum denda sebesar 100 Rupee saja, yang jika dikonversi tak mencapai Rp 10 ribu.

Hukuman seringan itu tentu sulit menimbulkan efek jera sehingga kasus kematian satwa seperti Kanakota diprediksi bisa terus terjadi di masa depan. Investigasi tengah dilakukan untuk menyelidiki kematian Kanakota. (Detik)

Iklan Atas Artikel

Iklan Tengah Artikel 1

Iklan Tengah Artikel 2

Iklan Bawah Artikel