Tegas Dukung Taiwan, Negara Pasifik Tuvalu Tolak Bantuan China


Foto: Inilah

Negara kecil Tuvalu di Pasifik Selatan itu menolak tawaran dari perusahaan China untuk membangun pulau buatan yang akan membantunya menghadapi ancaman kenaikan permukaan laut.

Menteri Luar Negeri Tuvalu Simon Kofe mengatakan, penolakan itu dilakukan karena pihaknya memandang tawaran tersebut sebagai upaya untuk mengurangi pengaruh Taiwan di kawasan tersebut. Kofe menegaskan kembali dukungan negaranya untuk Taiwan.

Kofe menjelaskan bahwa perusahaan China telah mendekati komunitas lokal dan menawarkan bantuan dengan rencana pemerintah 400 juta dolar AS untuk membangun pulau-pulau buatan. Dia percaya perusahaan-perusahaan itu didukung oleh pemerintah China.

"Kami mendengar banyak informasi tentang utang," katanya.

"China membeli pulau-pulau kami dan ingin mendirikan pangkalan militer di bagian dunia kami. Itu adalah hal-hal yang memprihatinkan bagi kami," tambahnya.

Dia juga menegaskan kembali dukungan Tuvalu bagi Taiwan. Dia menyebut bahwa negaranya membentuk sebuah kelompok untuk menyatukan empat sekutu Taiwan di Pasifik yang tersisa, yakni Kepulauan Marshall, Palau, Nauru dan Tuvalu.

"Kami percaya pada kekuatan pengelompokan bersama dan kolaborasi," katanya kepada kantor berita Reuters.

"Bersama dengan mitra kami, kami akan dapat melawan pengaruh dari China daratan," tegasnya.

Diketahui bahwa saat ini hanya ada 15 negara di dunia yang mengakui Taiwan sebagai negara berdaulat dan memiliki hubungan diplomatik penuh. Sejumlah negara telah mengalihkan kesetiaan mereka dari Taiwan ke China dalam beberapa tahun terakhir.

Dalam beberapa bulan terakhir saja Taiwan kehilangan dua sekutu di wilayah itu, karena Kiribati dan Kepulauan Solomon mengalihkan pengakuan diplomatik ke China. Negeri tirai bambu dituduh memikat mereka dengan janji bantuan keuangan dan pesawat terbang. (Rmol)

Iklan Atas Artikel

Iklan Tengah Artikel 1

Iklan Tengah Artikel 2

Iklan Bawah Artikel