Umat Islam Sudah Dilukai Dua Kali, Sukmawati Perlu Belajar Agama Lagi


Foto: Tribunnews

Pernyataan Sukmawati Soekarnoputri yang membandingkan Nabi Muhammad dengan Soekarno terus menjadi perbincangan dan menuai reaksi dari berbagai kalangan.

Bahkan, akibat ucapannya tersebut, Sukma dilaporkan ke pihak kepolisian atas tuduhan menistakan agama Islam.

Menanggapi hal itu, pendiri Centre for Dialogue and Cooperation among Civilizations (CDCC), Prof Din Syamsuddin menilai wajar jika umat Islam meluapkan kemarahannya.
Wajar kalau emang ada dari kalangan umat Islam protes bahkan marah kepada Ibu Sukmawati. Karena ini merupakan kejadian yang berikutnya, 2 atau 3 kali," kata Din kepada wartawan di kantornya kawasan Pejaten, Jakarta Selatan, Senin (18/11).

Ia tak habis pikir dengan sikap Sukma tersebut. Sebab sebelumnya, ia sempat meminta kepada masyarakat untuk memaafkan Sukma dalam kasus puisi soal kidung dan azan.

"Nah ini terjadi lagi dan agak besar bobotnya karena menyangkut Nabi Muhammad SAW yang sangat diagungkan oleh umat Islam," ujar mantan Ketum PP Muhammadiyah ini.

Baginya, sebesar apapun penghinaan penistaan agama tidak akan mengurangi kemuliaan dan keagungan Islam, Nabi Muhammad SAW, dan Al Quran itu sendiri.

Karena itu, ia berpesan kepada Sukmawati agar tidak mengulangi pernyataan-pernyataan bernada provokatif yang mengarah pada SARA dengan membandingkan Nabi Muhammad.

"Mungkin akan lebih bagus kepada beliau agar mendalami Islam, agama yang sangat diagungkan oleh bapak beliau, Bung Karno, tokoh dunia yang sangat mengagumi Nabi Muhammad SAW," tutupnya. (Rmol)

Iklan Atas Artikel

Iklan Tengah Artikel 1

Iklan Tengah Artikel 2

Iklan Bawah Artikel