Polisi Tangkap Pria Penampar Perawat, Walikota Semarang: Terus Proses Buat Shock Therapy

Polisi Tangkap Pria Penampar Perawat, Walikota Semarang: Terus Proses Buat Shock Therapy

Pria yang menampar perawat gara-gara diingatkan untuk pakai masker, akhirnya ditangkap polisi. Pria itu bernama Budi Cahyono (40) itu ditangkap polisi Sabtu (11/4), di rumahnya Jalan Penjaringan, Semarang. Sehari-hari, pria ini bekerja sebagai penjaga malam salah satu sekolah dasar swasta di Semarang itu.

Kasat Reskrim Polrestabes Semarang AKBP Asep  Mauludin, menjelaskan penangkapan ini sebagai upaya cepat dari laporan yang dilakukan Hidayatul Munawaroh (30), (9/4) lalu.  "Kami tindak lanjut dengan upaya cepat. Terduga pelaku penganiayaan atas nama BC berhasil diamankan. Untuk persangkaan pada terduga pelaku dengan Pasal 351 ayat 1 KUHP dan 335 KUHP," kata Asep.

Pelaku sendiri minta maaf atas perbuatannya. "Saya minta maaf atas kesalahan saya. Mungkin bingung saya lihat kondisi anak saya panas dan batuk. Saya disuruh pulang bawa masker, tapi saya minta rujukan permohonan agar anak diperiksa. Saya minta maaf. Saya menyesal," ungkapnya, Minggu (12/4).

Ia mengaku emosi saat diingatkan harus memakai masker. Padahal saat ini diwajibkan memakai masker demi mencegah penyebaran COVID-19 atau Corona.

Korban Hidayatul Munawaroh (30) sudah periksa dokter karena sempat pusing pasca-kejadian.

Peristiwa ini terungkap dalam sebuah rekaman CCTV viral di media sosial menunjukkan seorang pria memarahi dan memukul wanita yang merupakan perawat klinik. Video rekaman ini diunggah salah satunya oleh akun @lambe_turah.

Pelaku BC sendiri diketahui adalah warga Kemijen Semarang Timur. Ia dilaporkan oleh HM, perawat di Klinik Pratama Dwi Puspita I karena melakukan pemukulan, Kamis, 9 April 2020, lalu.

Kejadian ini bermula dari pelaku yang berbobat di Klinik Pratama Dwi Puspita I Jl. Mr Sutan Syahir 258 Kemijen Semarang Timur. Karena tidak memakai masker, pelaku diingatkan oleh korban namun tidak mau.

Saat itulah pelaku melakukan pemukulan terhadap korban di bagian kepala. Kemudian korban yang mengalami trauma dan pusing melaporkan kejadian ini ke Polsek Semarang Timur Polrestabes Semarang.

Walikota Kesal

Wali Kota Semarang, Hendrar Prihadi meminta jajaran kepolisian terus memproses kasus penamparan perawat di Klinik Pratama Dwi Puspita. Pemrosesan secara hukum, akan menjadi shock therapy bagi seluruh pihak untuk tidak bertindak arogan. Terkhusus kepada tenaga medis yang sedang bertugas.

Apalagi terjadinya kejadian penamparan tersebut bermula dari diingatkannya  pelaku untuk menggunakan masker. Saat ini memang wajib untuk setiap orang menggunakan masker di tengah wabah virus corona.

Wali Kota yang akrab disapa Hendi itu sangat menyayangkan kejadian tersebut. Saat ini, tenaga medis menjadi garda terdepan dalam penanganan virus Corona atau Covid-19.

"Saya sangat prihatin dengan tindakan tidak terpuji tersebut. Semua harus mematuhi aturan yang ada. Kalau diminta jaga jarak ya harus jaga jarak, kalau diminta pakai masker yang harus pakai masker," ujar Hendi. [teropongsenayan]

Iklan Atas Artikel

Iklan Tengah Artikel 1

Iklan Tengah Artikel 2

Iklan Bawah Artikel