Luhut Ungkap Alasan Cina Ajak RI Garap Vaksin Covid-19: Market Besar 273 Juta


 Menteri Koordinator Bidang Kemaritiman dan Investasi Luhut Pandjaitan mengatakan Indonesia telah menggandeng perusahaan dari Cina, Uni Emirat Arab, hingga Korea Selatan untuk mengembangkan vaksin Covid-19.

"Kenapa Indonesia? Karena dianggap Indonesia adalah negara yang sangat prospektif dengan penduduk 273 juta, market besar dan kaya," ujar Luhut dalam konferensi video, Sabtu 25 Juni 2020, seperti dikutip Tempo.

Kerja sama antara lain dilakukan Indonesia yang diwakili oleh Bio Farma dengan Sinovac dari Cina. Vaksin yang dikembangkan oleh dua perusahaan tersebut akan mulai memasuki fase uji klinis pada Agustus 2020.

Selain itu, Luhut mengatakan pengembangan vaksin juga dilakukan dengan bekerja sama dengan G42 Uni Emirat Arab - Sinopharm Cina. "itu permintaan langsung Putra Mahkota Mohammed bin Zayed. Barangnya juga sudah di Indonesia," ujar dia.

Di samping itu Indonesia menjalin kerja sama penelitian vaksin Corona dengan GeneXine Inc dari Korea Selatan, serta Koalisi Inovasi untuk Persiapan Pandemik (CEPI) yang berkantor pusat di Norwegia.

Secara umum, kata Luhut, penelitian vaksin tersebut sudah mencapai uji coba fase ketiga. "Ini sudah mulai berjalan. Kami berharap pada akhir tahun, atau paling lambat pada awal tahun depan, bisa diproduksi," tutur Luhut.

Sebelumnya, Presiden Joko Widodo memprediksi bahwa Indonesia bakal berhasil memproduksi vaksin Covid-19, pada awal tahun depan. Saat ini, proses pengujian yang bekerja sama dengan sejumlah perusahaan farmasi luar negeri. "Perkiraan kita kita akan masuk produksi kira-kira antara Januari-April tahun depan," kata Jokowi saat bincang-bincang dengan wartawan, di Istana Merdeka, Jakarta Pusat, Senin, 13 Juli 2020.

Nantinya, ujar Jokowi, vaksin ini akan diprioritaskan di awal bagi tenaga kesehatan dan kelompok rentan. Ia menyebut dari perhitungan pemerintah, kebutuhan vaksin mencapai 347 juta. "Karena satu orang bisa tidak hanya sekali, karena orang yang sudah divaksin bisa mental lagi. Jadi harus divaksin lagi," kata Jokowi. Untuk tahun depan saja, Jokowi mengatakan pemerintah baru menargetkan produksi vaksin sebanyak 170 juta vaksin Covid-19.[]
 

Iklan Atas Artikel

Iklan Tengah Artikel 1

Iklan Tengah Artikel 2

Iklan Bawah Artikel