Polisi Sekat Massa Demo DPR: Kanan Buruh-Mahasiswa, Kiri FPI

Polisi Sekat Massa Demo DPR: Kanan Buruh-Mahasiswa, Kiri FPI

Aparat kepolisian akan memisahkan dua kelompok massa yang melakukan aksi demonstrasi di depan Gedung DPR/MPR hari ini, Kamis (16/7). Dua kelompok massa tersebut yakni yang menuntut pencabutan Rancangan Undang-undang Haluan Ideologi Pancasila (RUU HIP) dan penolakan terhadap RUU Omnibus Law Cipta Kerja.

“Kita bagi dua sisi, kanan untuk ormas buruh dan mahasiswa. Yang sebelah kiri FPI cs,” Kabag Ops Polres Jakarta Pusat AKBP Wiraga di Depan Gedung DPR, Kamis (16/7).

Ia mengatakan berdasarkan pemberitahuan, kedua aksi demo itu akan mulai sekitar pukul 10.00 WIB.

“Rencana mereka mau kita gabungkan, tapi mereka tidak mau. Yaudah kita pisahkan,” ucap dia.

Lebih lanjut, kata dia, ada sekitar 3.000 personel baik dari Polri dan TNI yang diturunkan untuk mengamankan demo itu. Sementara untuk rekayasa lalu lintas, akan bersifat situasional.

“Situasional kalau memang massa banyak, kita alihkan, atau kita upayakan jalur busway untuk lewat, ucap dia.

Sebelumnya, Aliansi Nasional Anti Komunis (ANAK) NKRI menyatakan akan kembali menggelar demonstrasi di Gedung MPR/DPR, Jakarta, pada hari ini, Kamis (16/7), untuk menuntut pencabutan RUU HIP dari Program Legislasi Nasional (Prolegnas).

Kemudian, elemen buruh yang tergabung dalam Gerakan Buruh Bersama Rakyat (Gebrak) dan Aliansi Badan Eksekutif Mahasiswa Seluruh Indonesia (BEM SI) juga bakal menggelar demo di Gedung MPR/DPR untuk menuntut agar DPR menghentikan pembahasan RUU Ciptaker saat pandemi virus corona.

Sementara pantauan di lokasi sekitar pukul 09.00 WIB, massa dari kelompok yang akan menggelar demo menolak RUU HIP sudah mulai berdatangan. Imbas kedatangan itu, lalu lintas di depan Gedung DPR cukup tersendat. [cnnindonesia]

Iklan Atas Artikel

Iklan Tengah Artikel 1

Iklan Tengah Artikel 2

Iklan Bawah Artikel