Politikus Belanda Anti-Islam Yang Jadi Mualaf Joram van Klaveren Dukung Hagia Shopia Jadi Masjid


 Joram van Klaveren, politikus Belanda yang dulunya sangat anti-Islam kemudian Allah SWT berikan hidayah dan masuk Islam pada 2018, melalui akun facebooknya membela keputusan Presiden Erdogan yang mengembalikan Hagia Shopia jadi Masjid.

Berikut tulisannya (terjemahan):

Ketika Muslim menaklukkan tanah apa pun, mereka tidak mengubah gereja atau kuil ke Masjid. Ada sejumlah besar gereja tua di Turki dari zaman pra Islam. Namun, hanya Hagia Sophia yang dikonversi ke masjid ketika Sultan Muhammad Al-Fatih menaklukkan tahun 1453 dan membelinya dari otoritas Kristen.

Alasan untuk ini juga Hagia Sophia lebih dari sebuah Gereja; itu adalah markas kaisar Konstantinus XI dan dia merencanakan dan mengeksekusi keputusan politiknya dari sana. Selain itu, orang-orang Kristen memegang keyakinan bahwa selama Hagia Sophia berstatus Gereja, tidak ada yang dapat mengalahkan mereka. Itu sebabnya semua negara Kristen Eropa dan negara non-Muslim kolonial mereka mengkritik Turki.

Setelah itu Hagia Shopia menjadi masjid, selama sekitar 500 tahun; Namun Ataturk hantu sekuler Turki memberikan status Museum. Walaupun di semua surat hukum tetap saja terdaftar sebagai masjid. Ataturk adalah orang yang bahkan mengubah naskah bahasa Turki dari bahasa Arab menjadi Romawi.

Baru-baru ini saya menemukan reaksi yang sangat konyol dari negara Arab juga. Untuk menentang Turki, mereka juga menyesatkan orang-orang tentang Hagia Sophia. Sementara orang-orang ini tidur ketika ekstremis Hindutva menghancurkan Masjid Babri di India. Itu murni double standar.

(Joram van Klaveren)

__
*Joram Jaron van Klaveren (lahir di Amsterdam, 23 Januari 1979; umur 41 tahun) adalah seorang politikus asal Belanda. Sebagai anggota Partai untuk Kebebasan, ia menjadi anggota Dewan Perwakilan Belanda dari 17 Juni 2010 sampai 21 Maret 2014. Ia kemudian menjadi independen sampai masa jabatannya berakhir pada 23 Maret 2017.

Ia dikenal karena membuat komentar-komentar anti-Muslim.

Pada Oktober 2018, ia menjadi mualaf saat sedang menulis buku anti-Islam. Setelah menjadi Muslim, ia memutuskan untuk mendedikasikan ulang bukunya untuk pencarian relijiusitasnya dan kemudian perpindahan ke agama Islam.

Bukunya yang berjudul Apostate from Christianity to Islam in times of sécularisation and terror (bahasa Indonesia: Murtad dari Kekristenan ke Islam pada masa sekularisasi dan teror) diterbitkan dalam bahasa Belanda dan Inggris.

When Muslims conquered any lands, they didn’t convert churches or temples to Mosques. There are a great number of old...
Dikirim oleh Joram van Klavere pada Sabtu, 11 Juli 2020

Iklan Atas Artikel

Iklan Tengah Artikel 1

Iklan Tengah Artikel 2

Iklan Bawah Artikel