Viral Shalat Jenazah Pakai Ruku, Ustaz Tengku Singgung Peran Tokoh Agama Disingkirkan karena Politik


Wakil Sekretaris Jenderal (Wasekjen) Majelis Ulama Indonesia (MUI) Ustaz Tengku Zulkarnain turut menanggapi video salat jenazah pakai ruku yang viral di media sosial.

Tengku Zulkarnain mengajak para pemuda Islam untuk belajar agama agar kesalahan serupa tidak terulang lagi.

Ia juga meminta para pemuda untuk tidak menyingkirkan peran ulama hanya gara-gara berbeda pandangan politik.

“Wahai Umat Islam, Wahai Para Pemuda. Belajarlah Agama mu sebaik mungkin. Datangi Ulama dan Para Ustadz. Zaman sudah canggih tapi Ilmu Agama bertambah langka. Bayangkan, Sholat Jenazah saja masih pakai ruku’. Hindarkan dirimu dari menyingkirkan peran Tokoh Agamamu krn Politik,” kata Tengku Zulkarnain melalui akun Twitternya, Senin (27/7/2020).

Sebelumnya, sebuah video salat jenazah pakai ruku viral di media sosial. Video berdurasi 1:21 menit itu memperlihatkan petugas dengan menggunakan alat pelindung diri (APD) lengkap melakukan Salat jenazah Covid-19.

Belum diketahui lokasi kejadian itu, namun dalam video tersebut terlihat ada 5 petugas yang tengah melakukan salat.

Sang Imam yang berdiri di depan, terlihat beberapa kali ruku setelah takbir. Padahal, dalam salat jenazah tidak ada ruku.

Meski sang imam beberapa kali ruku, namun 4 petugas yang menjadi makmun tidak mengikuti sang imam ruku. Makmun itu ternyata lebih paham salat jenazah ketimbang sang imam.

Video itu diduga direkam secara sembunyi oleh seseorang dan disebar oleh netizen. Seperti terlihat di akun Instagram ndorobeii.

“Viral salah jenazah kok pake ruku nya, tempat kejadian belum diketahui, nyang jelas di tempat pemakaman. Menurut saya, mungkin yang bersangkutan lupa tau tidak paham. Alangkah baiknya segala sesuatu diserahkan pada ahlinya.” Tulis akun ndorobeii.


Diketahui, salat jenazah berbeda dari salat lain pada umumnya. Dalam pelaksanaannya salat jenazah tidak memaki ruku, sujud, tahiyat awal dan akhir.

Urutan salat jenazah yakni niat, kemudian berdiri bagi yang mampu, lalu empat kali takbir. Selanjutnya mengangkat tangan saat takbir pertama. Kemudian membaca Al Fatihah. Membaca saawat nabi. Berdoa untuk jenazah dan diakhiri dengan salam. [gelora]

Iklan Atas Artikel

Iklan Tengah Artikel 1

Iklan Tengah Artikel 2

Iklan Bawah Artikel