Ingatkan Cakada Tidak Korupsi, Megawati Ngaku Sedih Kalau Kader PDIP Tercokok KPK

Ingatkan Cakada Tidak Korupsi, Megawati Ngaku Sedih Kalau Kader PDIP Tercokok KPK

Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) dibentuk saat Ketua Umum PDI Perjuangan Megawati Soekarnoputri menjabat Presiden kelima RI. Karena itu, ia mengingatkan kepada para Calon Kepala Daerah dari PDIP untuk berhati-hati.

Hal itu disampaikan Megawati Soekarnoputri membuka Sekolah Partai Calon Kepala Daerah dan Wakil Kepala Daerah PDIP gelombang pertama melalui telekonferensi, Jumat (21/8).

Megawati mengaku bersedih apabila ada kader PDIP yang pada akhirnya harus berurusan dengan lembaga antirasuah.

"Saya sangat sedih kalau dari kalangan PDIP ada yang diambil oleh KPK. KPK itu saya yang buat loh, jangan lupa. Kalau tidak percaya nanti lihat saja pembentuk KPK," ujar Megawati.

Dia mengatakan alasan pemembentukan lembaga antirasuah sebagai bentuk pendisiplinan masyarakat terutama untuk memberantas korupsi yang marak dilakukan kalangan elite.

"Itu saya buat KPK untuk mendisiplinkan kita kalangan pemimpin dan rakyat. Tapi kan kebanyakan mana ada rakyat yang bisa korupsi? Yang korupsi itu pasti kalangan elite, itulah saya mau teken untuk didirikannya KPK," kata Megawati.

Lebih jauh daripada itu, Megawati mengingatkan kepada para calon kepala daerah yang diusung oleh PDIP untuk tidak lalai ketika sudah memenangkan kontestasi Pilkada 2020.
Terlebih, bagi mereka yang mencoba memainkan keuangan daerah, maka KPK pasti akan menindak tegas.

"Kalau pemimpinnya hanya mau jadi bupati wali kota setelah itu lupa, lupa diri, yang ada nanti masuk KPK. Keuangan kita itu sudah terkontrol dengan baik, ada BPK, ada BPKP, ada OJK apalagi. Bagaimana ya, kalian masih mau main, coba pikir," demikian Megawati. (Rmol)

Iklan Atas Artikel

Iklan Tengah Artikel 1

Iklan Tengah Artikel 2

Iklan Bawah Artikel