Investor Asing Dianggap Negatif? Prof Ari Kuncoro: Entar Dulu, Siapa Tahu Positif...

Investor Asing Dianggap Negatif? Prof Ari Kuncoro: Entar Dulu, Siapa Tahu Positif...

Hasil survei SMRC yang menyebutkan mayoritas publik tidak sepakat adanya investor asing masuk ke Indonesia bisa saja berubah bila melihat terpuruknya ekonomi Tanah Air saat ini.

Menurut rektor Universitas Indonesia, Prof Ari Kuncoro, kondisi ekonomi rumah tangga yang memburuk diprediksi akan membuat penilaian positif investasi luar negeri. Pasalnya, banyak masyarakat yang membutuhkan pekerjaan dan tidak peduli dari mana datangnya pekerjaan tersebut.

Ari berpandangan, investor asing akan menjadi negatif manakala mendatangkan tenaga kerja asing lebih banyak dibandingkan pekerja Indonesia.

“Jadi, ini seolah-olah enggak beda dengan kesimpulan orang Indonesia itu negatif terhadap investor asing. Entar dulu, kita jangan berkesimpulan dulu. Negatifnya itu seperti apa? Kalau dia bawa tenaga asing ya negatif dong,” ujar Ari lewat acara penyampaian hasil survei SMRC secara virtual, Minggu (9/8).

“Tapi kalau bawa (alasan) kerjaan, pokoknya sampeyan (investor asing) manajer aja, kami yang kerja, wah jangan-jangan ini positif. Nah, kemudian ini tidak bisa diartikan responden berpendapat negatif, kemudian yang dari luar negeri tidak tertarik,” katanya.

Baginya, masuknya investor asing ke dalam tidak terjadi secara tiba-tiba, melainkan berdasarkan survei dan pendalaman terlebih dahulu. Salah satunya mengenai transportasi guna mempermudah gerak penyaluran barang antarkota.

“Investor asing itu ingin lihat. Kalau di pelabuhan itu dia masukkan bahan baku itu dia cepet apa enggak. Kalau dia ekspor normal, cepet apa enggak? Kemudian lalu lintasnya di publik ada enggak jalan kereta api supaya cepat dan di mana negosiasi dengan serikat buruh? Jadi hal-hal seperti itu (dipertimbangkan investor),” katanya.

Menurutnya, dengan adanya survei mengenai investor asing akan menunjukkan tingkat nasionalisme ekonomi Indonesia yang baik di pemerintahan mau pun masyarakatnya itu sendiri.

“Dalam situasi seperti ini orang peduli enggak? Misalnya yang datang adalah dari Jepang dan China, kemudian sama-sama membawa kerjaan," tandasnya. (Rmol)

Iklan Atas Artikel

Iklan Tengah Artikel 1

Iklan Tengah Artikel 2

Iklan Bawah Artikel