Panas! Putra Amien Rais Ejek PAN Reformasi Cuma Halusinasi


Partai Amanat Nasional (PAN) di ambang pecah kongsi. Mendekati Desember, gaung rencana pembentukan PAN Reformasi makin kencang.
Namun, rencana pembentukan partai yang sedang digodok Amien Rais itu juga lantang ditentang. Serangan yang dilancarkan bikin situasi memanas. Loyalis Amien Rais pun membalas.
Serangan dilancarkan putra Amien Rais, Mumtaz Rais. Mumtaz menyebut PAN Reformasi sebagai kelompok pengangguran yang berhalusinasi ingin menjadi partai. Dia lalu mengejek PAN Reformasi sebagai PAN Halusinasi.

"Mereka (anggota Dewan dan kepala daerah PAN) semua sibuk bekerja, bukan seperti para pengangguran itu yang luntang-lantung berhalusinasi mau bikin partai," kata Mumtaz kepada wartawan, Senin (31/8/2020).

Mumtaz bahkan berjanji akan memberi hadiah. Dia mengatakan akan berenang dari Pantai Kapuk, Jakarta Utara, ke Labuan Bajo di Nusa Tenggara Timur (NTT) jika seperempat saja dari seluruh anggota dewan menyeberang ke sempalan PAN.

"Kalau memang PAN halusinasi (baca: PAN Reformasi) ini sampai beneran terbentuk dan diisi oleh seperempat saja dari anggota Dewan kita yang berjumlah sekitar 1.500-an, maka saya sebagai Ketua PoK DPP penjaga tangguh benteng PAN ini, akan berenang dari pantai Kapuk sampai Labuan Bajo, sebagai bentuk give away, persembahan dari saya," imbuhnya.

Pernyataan Mumtaz keluar sebagai pembelaan terhadap Ketua Umum PAN, Zulkifli Hasan (Zulhas). Dia menepis anggapan soal rencana berdirinya PAN Reformasi sebagai kado pahit ulang tahun ke-58 Sang Ketum yang yang juga mertuanya.

"Kado pahit?! Justru kado yang nasgitel, panas legi lan kenthel," kata Mumtaz.

Dia meyakini PAN Reformasi akan 'nyungsep' sebelum berdiri. Dasarnya, Mumtaz mengatakan tak ada anggota Dewan dan kepala daerah dari PAN yang tertarik gabung PAN Reformasi.

"Mengapa? Karena PAN Reformasi ini alih-alih akan terbentuk dan dideklarasikan, malah yang ada nyungsep sebelum tumbuh. Lihatlah, tidak ada satu pun anggota Dewan kita dan kepala daerah kita yang mengarah ke sana," ujar Ketua DPP PAN itu.

Sikap Mumtaz membela mertuanya ditunjukkan sejak Kongres PAN di Kendari menyatakan Zulhas terpilih kembali sebagai partai berlambang matahari putih tersebut. Kala itu dia terang-terangan menyatakan dukungan karena banyak pihak menekan Zulhas.

Zulkifli Hasan (Zulhas) terpilih kembali menjadi Ketua Umum PAN. Zulhas mengungguli kandidat lain yaitu Mulfachri dan Dradjad.

Menurutnya hasil kongres memutuskan Zulhas sah memimpin PAN lima tahun ke depan. Mumtaz juga mengaku tak luput jadi sasaran serangan.

"Karena perbedaan pilihan politik di kongres Kendari itu menyebabkan saya pun sebagai salah satu anak Amien Rais bersikap. Karena saya juga dianiaya," kata Mumtaz saat dihubungi detikcom, Kamis (13/3) lalu.

"Jelas ke Pak Zulhas karena selama ini Pak Zulhas itu justru menjadi pihak yang selalu difitnah selalu dipojokkan dan ditekan. Pak Zulhas tidak salah, Pak Zulhas yang benar tetapi mereka merekalah yang selalu mengusik terus-menerus," lanjutnya.

Ejekan Ditepis Loyalis Amien Rais

Loyalis Amien Rais, Agung Mozin tak terima PAN Reformasi disebut PAN Halusinasi. Dia menilai ungkapan putra Amien Rais itu sebagai bentuk kepanikan yang berlebihan.

Ha-ha-ha... Itu ungkapan kepanikan aja, lihat saja nanti," kata Agung kepada wartawan, Senin (31/8).

Agung juga menanggapi janji Mumtaz untuk berenang dari Labuan Bajo hingga Pantai Kapuk jika banyak anggota dewan pindah ke PAN Reformasi. Dia menyebut Mumtaz panik tingkat dewa.

"He-he-he... Panik tingkat dewa, ungkapan rasa takut berlebihan," katanya.

Agung mengatakan PAN Reformasi akan dideklarasikan Desember nanti. Dia mengatakan nama 'PAN Reformasi' adalah yang paling kuat didukung dari 30 nama yang diusulkan.

"Desember (pembentukan PAN Reformasi). Insya allah kami sudah bulat bersama dengan Pak Amien menghadirkan partai baru," tuturnya.

Retaknya PAN

Keretakan di tubuh PAN terjadi usai Kongres di Kendari pada Februari lalu. Kongres sempat berlangsung panas.

Kongres PAN tersebut merupakan pertarungan vis-a-vis antara kubu Zulkifli Hasan dan Amien Rais. Saat kongres, kubu Amien Rais mengusung Mulfachri Harahap-Hanafi Rais.

Namun hasil akhir, Zulhas menang telak. Dia mendapat 331 suara dari 556 suara.

Zulhas merombak kepengurusan partai di periode kedua. Amien Rais yang sebelumnya mendapat kursi Ketua Dewan Kehormatan, tak lagi masuk susunan pengurus.

Zulhas yang menjadi Ketum PAN didampingi Hatta Rajasa sebagai Ketua Majelis Penasihat Partai (MPP) dan Soetrisno Bachir sebagai Ketua Dewan Kehormatan PAN.

Ketegangan kubu Zulhas dan Amien bermula dari perbedaan pilihan usai Pilpres 2019 lalu. Saat itu Zulhas ingin ada di barisan pendukung Joko Widodo dan Ma'ruf Amin. Sementara Amien Rais punya keinginan lain. Akhirnya saat itu PAN tidak ada di Koalisi Indonesia Maju.

Meski Amien Rais tak mendapat kursi, dua putranya diberi posisi strategis. Hanafi Rais ditunjuk sebagai wakil ketua umum, sementara Mumtaz Rais Ketua DPP.

Selang beberapa waktu, tepatnya 5 Mei 2020, Hanafi mengungkap kekecewaannya atas hasil Kongres PAN. Dia memutuskan keluar karena PAN mendekat ke pemegang kekuasaan.

Pengunduran diri Hanafi Rais memunculkan lagi wacana munculnya 'PAN perjuangan'. Pembentukan PAN Reformasi kembali menguat.

"Kami sudah siapkan partai baru dan Hanafi akan gabung mempercepat deklarasi kami. Sudah kami siapkan sejak lama, sih. Saya salah satu tim di dalamnya. (Namanya) masih dalam penggodokan sih. Salah satu nama (yaitu) Partai Amanat Reformasi," ungkap loyalis Amien Rais, Agung Mozin, kepada detikcom, Jumat (8/5).(dtk)

Iklan Atas Artikel

Iklan Tengah Artikel 1

Iklan Tengah Artikel 2

Iklan Bawah Artikel