Pengamat: Tanpa Gatot Atau Sandi, PPP Tetap Kuat Dan Solid

Pengamat: Tanpa Gatot Atau Sandi, PPP Tetap Kuat Dan Solid

Wisuda Pelepasan Da'i & Khutbah Wada' Pesantren Tinggi Al Islam Angkatan 14

Tema : "Urgensi Tafaqquh Fiddin Dalam Dakwah"Sosok Gatot Nurmantyo dan Sandiaga Uno mulai dikait-kaitkan dengan Partai Persatuan Pembangunan (PPP) yang usai gelaran Pilkada Serentak 2020 bakal melaksanakan Mukhtamar untuk memilih ketua umum.

Eks Panglima TNI Gatot Nurmantyo dan Wakil Ketua Umum Gerindra Sandiaga Uno dinilai cukup kapabel untuk memimpin PPP ke depan.

Isu tersebut menggelitik Direktur Eksekutif Parameter Politik, Adi Prayitno. Dia menilai isu itu sebagai sesuatu yang bertolak belakang dengan latar belakang dan corak PPP yang secara historis tidak mengandalkan figur Ketum Partai untuk menggaet dukungan.

"PPP ini kan anatomi politiknya bukan pada tokoh, anatomi kekuatan politiknya bukan pada tokoh dan figur tertentu, tapi pada basis jaringan pemilih Islam dan tokoh-tokoh yang sudah lama membangun basis di daerah," ujar Adi Prayitno kepada Kantor Berita Politik RMOL, Sabtu (29/8).

Buktinya, dosen Ilmu Politik Universitas Islam Negeri Syarif Hidayatullah itu menceritakan pencapaian PPP di Pemilu 2019 silam. Meski Muhammad Romahurmuziy yang kala itu sebagai Ketua Umum tersangkut korupsi, PPP masih bisa memperoleh kursi di DPR.

"Begitu Rommy berurusan dengan kasus korupsi nyatanya tetap lolos kok. Itu artinya PPP ini tidak terlampau melihat siapa ketua umumnya, yang penting basis dan gerakan politiknya yang sudah terstruktur lama tetap jalan dan tetap solid," ucapnya.

Karena itu, Adi berkesimpulan isu yang menyatakan PPP bakal seperti kapal yang akan karam jika tidak merekrut Gatot atau Sandi tidak berdasar.

"Jadi sebenarnya tidak ada alasan orang luar atau siapapun mengait-ngaitkan Gatot dan Sandi dengan ketua umum, karena tidak ada alasan sebenarnya. PPP tanpa Gatot tanpa Sandi tetap kuat dan tentu saja tetap solid," tutur Adi.

Ya itu gosip angin lalu, pepesan lah. Dan jangan pernah meng-underestimate (melemahkan) kekuatan politik PPP saat ini," tambahnya. (Rmol)

Iklan Atas Artikel

Iklan Tengah Artikel 1

Iklan Tengah Artikel 2

Iklan Bawah Artikel