Seremoni Pelantikan Gubernur Kepri Isdianto yang Berujung Petaka

Seremoni Pelantikan Gubernur Kepri Isdianto yang Berujung Petaka

Isdianto resmi menjadi orang nomor satu di Kepulauan Riau usai dilantik Presiden Joko Widodo (Jokowi) di Istana Negara, Jakarta, Senin (27/7) lalu. Menggantikan Nurdin Basirun yang tersandung kasus korupsi.

Ia yang merupakan adik kandung Muhammad Sani, Gubernur Kepri periode 1942-2016 adalah wakil dari Nurdin. Isdianto sebelumnya adalah Wakil Gubernur Kepri sejak 27 Maret 2018-12 Juli 2019. Namun, semenjak Nurdin 'berurusan' dengan KPK (Komisi Pemberantasan Korupsi), Isdianto menjabat sebagai Plt Gubernur Kepri.

Tak sedikit pihak meragukan kemampuan Isdianto. Namun, keraguan terjawab. Ia naik jabatan. Mengisi kekosongan kursi orang nomor satu di Kepri.

Sehari sebelum dilantik, puluhan pejabat Pemprov Kepri dan tokoh masyarakat, pendukung Isdianto yang berkeinginan mencalonkan diri pada Pilkada Kepri 2020, berangkat ke Jakarta. Mereka ingin menjadi bagian dari kebahagiaan Isdianto dan keluarga, yang dilantik di Istana Negara tepat pukul 14.00 Wib.

Isdianto dan keluarganya, termasuk pejabat di lingkungan Pemprov Kepri diperiksa secara ketat sebelum masuk ke Istana Negara. Bahkan beberapa jam sebelum acara pelantikan, tim kesehatan di Istana Negara mengambil sampel lendir dari tubuh mereka untuk memastikan tidak tertular Covid-19.

Saat Pelantikan di Istana, Isdianto & Istri Negatif Covid-19

Juru Bicara Gugus Tugas Percepatan Penanganan Covid-19 Kepri Tjetjep Yudiana memastikan Isdianto negatif Covid-19 saat dilantik di Istana.

"Di Istana Negara itu prosedurnya sangat ketat. Isdianto negatif Covid-19 saat dilantik berdasarkan hasil pemeriksaan dengan metode PCR," tegasnya, Sabtu (1/8).

Sedangkan, untuk Rosmeri, istri Isdianto juga dipastikan negatif. Hal itu sekaligus menjawab seluruh anggapan yang menyebut Rosmeri positif Covid-19 lantaran tidak mendampingi Isdianto saat dilantik Presiden Jokowi.

"Bu Rosmeri itu tidak ikut acara pelantikan bukan karena positif atau reaktif Covid-19, melainkan karena kakinya terkilir," ujarnya.

Ia mengemukakan Rosmeri juga belum diambil sampel lendir sehingga belum diketahui apakah tertular Covid-19 atau tidak. Sementara Isdianto beserta anggota keluarganya yang lain, dan pejabat yang ikut dalam acara pelantikan tersebut sudah diambil sampel swab, dan hasilnya negatif.

Dugaan Kuat, Isdianto Tertular di Acara Seremoni



 Jika saat dilantik Isdianto masih negatif Covid-19, lalu darimanakah ia tertular. Dugaan kuat mengarah ke acara seremoni penyambutan Isdianto di Tanjungpinang.

Usai dilantik di Jakarta, Isdianto beserta rombongan langsung terbang ke Tanjungpinang keesokan harinya, Selasa (28/7).

Rupanya, acara penyambutan serta perayaan atas pelantikan Isdianto sudah disiapkan sedemikian rupa. Sayang, protokol kesehatan tidak masuk di dalamnya.

Penyambutan di Tanjungpinang

Selasa, 28 Juli 2020 siang, ratusan orang berada di Bandara Raja Haji Fisabilillah Tanjungpinang menyambut kedatangan sang gubernur. Isdianto yang didampingi para ajudan, keluarga dan kepala dinas disambut riang gembira.

Mereka tidak hanya bersalaman, melainkan berpelukan dan cium pipi kiri dan kanan, seperti melupakan bahwa Kepri, khususnya Tanjungpinang belum terbebas dari Covid-19. Serangkaian kegiatan dilaksanakan pada hari itu, termasuk doa selamat dan tepung tawar.

Selanjutnya, Isdianto melanjutkan kegiatan seremonialnya di rumah kediaman istri dari almarhum HM Sani, abang kandungnya yang berhasil memenangkan Pilkada Kepri tahun 2010 dan tahun 2015.

Ia bersama ratusan orang dari berbagai kalangan pun sempat memanjatkan doa di makam HM Sani di Makam Pahlawan Tanjungpinang.

Acara Berlanjut ke Gedung Daerah

Pada hari yang sama, di Gedung Daerah Tanjungpinang, kegiatan seremonial semakin ramai dihadiri pejabat, tokoh masyarakat, wartawan dan para pendukungnya. Mereka larut dalam kebahagiaan sehingga terkesan melupakan Covid-19.

Dalam kegiatan ini tampak Isdianto tidak mengenakan masker dan tidak menjaga jarak. Di gedung bersejarah itu pula ramai pejabat, wartawan dan masyarakat yang berfoto bersama dengan tidak menerapkan protokol kesehatan. Tentunya tanpa protokol kesehatan.

Plt Kadis Kesehatan Kepri Tjetjep Yudiana menyesalkan hal itu terjadi. Namun ia memahami gubernur sendiri sulit menghindari kondisi tersebut. Banyak orang yang ingin bersalaman dan berpelukan dengan gubernur.

"Ini seharusnya tidak terjadi," ucapnya.

Tjetjep pun harus diambil swab karena berada dalam acara tersebut, termasuk Plt Dirut RSUP Kepri Elfiani Sandri, yang sempat bersalaman dengan Gubernur Kepri.

Kepala dinas di wilayah itu juga banyak yang menyesalkan peristiwa itu. Mereka menyesal karena tidak menerapkan protokol kesehatan saat memberi ucapan selamat kepada pemimpin baru.

Ajudan Positif Covid-19, Kecemasan Melanda

Euforia sehari itu berubah 180 derajat. Cemas mulai melanda. Sebabnya, PU, ajudan Isdianto dinyatakan positif terinfeksi Covid-19. Perasaan cemas pejabat serta staf Pemprov semakin menjadi usai empat staf protokol lainnya positif Covid-19 pada Jumat sore.

Pemprov Kepri ingin memastikan siapa saja yang sudah tertular Covid-19 tersebut. Sekda Kepri Tengku Said Arif Fadillah memerintahkan RSUP Kepri untuk membuka posko khusus mulai Kamis hingga hari ini pukul 08.00-16.00 Wib.

"Hari pertama sampai hari kedua sekitar 200 orang sudah diambil swab," kata Plt Dirut RSUP Kepri Elfiani Sandri.

Tadi malam, informasi Gubernur Kepri Isdianto positif Covid-19 beredar luas. Hal itu dibenarkan Plt Kadinkes Kepri Tjetjep Yudiana.

Informasi itu menyebabkan ratusan orang antre di posko RSUP Kepri. Bahkan puluhan wartawan yang kontak erat dengan gubernur pun diambil swab tadi pagi hingga sore.

Selain mereka, sejumlah pengurus Lembaga Adat Melayu yang tampak berfoto tanpa menggunakan masker, dan pemilik kedai kopi yang dikunjungi Isdianto tiga hari lalu juga diambil swab.

Rektor dan pejabat lainnya di lingkungan Universitas Maritim Raja Ali Haji Tanjungpinang yang ikut rapat bersama gubernur tiga hari lalu juga diambil swab di RSUP Kepri.

Ruang Rawat RSUP Kepulauan Riau jadi Penuh

Ruang untuk merawat pasien Covid-19 di Rumah Sakit Raja Ahmad Thabib (RSUP Kepulauan Riau) sudah penuh, sementara ruang rawat dan karantina di Rumah Sakit Khusus Infeksi di Galang, Batam sudah terisi 90 persen.

Juru Bicara Gugus Tugas Percepatan Penanganan Covid-19 Kepri Tjetjep Yudiana mengatakan, ruang rawat untuk pasien Covid-19 di RSUP Kepri sebanyak 15 ruangan, sementara di Rumah Sakit Khusus Infeksi di Galang mencapai 350 ruangan.

Rumah Singgah RSUP Kepri yang dijadikan sebagai tempat karantina pasien positif Covid-19 tanpa gejala juga sudah penuh.

"Kami harus mempersiapkan ruangan lain untuk pasien dan dirawat," katanya, yang juga Pelaksana Tugas Dinas Kesehatan Kepri.

Tjetjep mengemukakan Rumah Sakit TNI AL Tanjungpinang dan Rumah Sakit Umum Daerah Tanjungpinang juga diberdayakan untuk menampung pasien Covid-19. Sejak Maret 2020 sampai sekarang, rumah sakit rujukan Covid-19 di Tanjungpinang hanya di RSUP Kepri.

"Kami sudah berkoordinasi dengan RSAL dan RSUD Tanjungpinang untuk menyediakan fasilitas dalam penanganan pasien Covid-19," ucapnya.

Ia mengatakan tim Gugus Tugas Percepatan Penanganan Covid-19 Kepri juga melobi sejumlah pemilik hotel untuk digunakan sebagai tempat karantina pasien yang terkait Covid-19. Beberapa hotel yang sudah tutup bersedia menyewakan kamar hotel untuk karantina pasien Covid-19.

Pasien yang dikarantina belum tentu positif Covid-19, namun perlu dikarantina selama 14 hari sambil menunggu hasil pemeriksaan swab dengan metode PCR.

"Bisa juga mereka yang positif Covid-19, namun tanpa gejala sehingga wajib dikarantina sesuai protokol kesehatan," ucapnya.

Tjetjep menuturkan karantina mandiri dapat dilakukan bila kediaman pasien tersebut memiliki kamar yang memadai, yang tidak sulit diakses oleh orang lain dan memiliki kamar mandi di dalam ruangan kamar.

Adik, Keponakan, Staf Humas Positif

Penelusuran kontak tekait Gubernur Kepulauan Riau Isdianto terus dilakukan. Didapati BU, adik serta HE, keponakan Isdianto positif tertular Covid-19.

Hasil berdasarkan pemeriksaan usap dengan metode polymerase chain reaction (PCR) di Balai Teknik Kesehatan Lingkungan dan Pengendalian Penyakit (BTKLPP) Batam.

Seperti dilansir Antara, BU merupakan adik Gubernur Kepri, menjabat sebagai kepala OPD di Pemprov Kepri. Sedangkan, He merupakan ponakan Isdianto, yang juga pejabat eselon II. Istri dari He juga terkonfirmasi positif Covid-19.

Dalam data itu juga terdapat nama Isdianto, yang positif Covid-19. Selain itu, SY, pensiunan pejabat Eselon II Pemprov Kepri. Foto SY yang dirangkul oleh Isdianto saat acara di Gedung Daerah empat hari lalu juga tersebar di media sosial.

Covid-19 juga menulari AN, staf di Biro Humas dan Protokol Kepri juga positif Covid-19.

Gedung Daerah Tanjungpinang jadi Klaster Baru

Tjetjep Yudiana mengatakan jumlah pasien Covid-19 untuk Klaster Gedung Daerah bertambah tujuh orang setelah sehari yang lalu lima staf protokol Gubernur Kepri positif Covid-19.

"Jadi hari ini bertambah tujuh orang sehingga menjadi 12 orang yang positif Covid-19 untuk klaster tersebut," ujarnya.

Sejumlah pejabat Eselon II Pemprov Kepri masih menunggu hasil pemeriksaan usap di laboraturium BTKLPP Batam. Mereka khawatir tertular Covid-19. Sejak dua hari lalu mereka melakukan karantina mandiri.

Tjetjep meminta para pejabat dan staf Pemprov Kepri untuk bersabar.

"Karantina selama 14 hari wajib dilakukan meskipun nantinya hasil pemeriksaan, negatif," kata dia.[merdeka]

Iklan Atas Artikel

Iklan Tengah Artikel 1

Iklan Tengah Artikel 2

Iklan Bawah Artikel