Suka Tidak Suka, Saat Fahri-Fadli Pimpin DPR, Parlemen Berfungsi Seperti Seharusnya


PARLÉ

Sejak Oktober 2019 lalu (dimulainya DPR periode 2019-2024), tidak ada lagi pimpinan DPR yang pernah melontarkan kritik pada Presiden. Bahkan kritik terhadap pemerintah secara umumpun sangat minim. Hampir semua pernyataan publik mereka kini kian mirip juru bicara pemerintah. Padahal, pimpinan parlemen itu dalam bahasa Inggris disebut "Speaker". Mereka memang adalah para juru bicara.

Bagi siapa? Tentu saja bukan untuk pemerintah (executive)!

Hal serupa juga kurang lebih terjadi pada anggota parlemen. Hampir semuanya tak ada yang berani mengkritik Presiden. Anda bisa cek sendiri siapa saja yang berani dan pernah melontarkan kritik pada Presiden sejak Oktober tahun lalu. Jumlahnya kurang dari jari tangan kanan Anda. Kalaupun ada kritik dari parlemen untuk pemerintah, saat ini semua kritik itu paling banter hanya menjangkau menteri tertentu. Itupun umumnya bukanlah menteri dari kalangan partai politik.

Apakah ini ideal parlemen yang Anda harapkan?

Lepas dari soal suka atau tidak suka pada personalitasnya, yang jelas pada periode lalu duo Fadli dan Fahri tahu apa fungsi kedudukannya sebagai pimpinan parlemen. Itu sebabnya mereka selalu berisik. Itu pula sebabnya Senayan tidak "anyep" seperti sekarang.

Oleh: Tarli Nugroho (Institute for Policy Studies)
PARLÉ Sejak Oktober 2019 lalu, tidak ada lagi pimpinan DPR yang pernah melontarkan kritik pada Presiden. Bahkan kritik...
Dikirim oleh Tarli Nugroho pada Selasa, 11 Agustus 2020

Iklan Atas Artikel

Iklan Tengah Artikel 1

Iklan Tengah Artikel 2

Iklan Bawah Artikel