Bejo Rianto Ngaku Petugas DKI Ribut di Rumah Makan, Ngotot Minta Dilayani

Bejo Rianto Ngaku Petugas DKI Ribut di Rumah Makan, Ngotot Minta Dilayani

Seorang pria mengaku sebagai petugas di DKI Jakarta ribut di rumah makan. Ia ngotot minta dilayani dan berdebat dengan pemilik rumah makan.

Peristiwa tersebut terekam dalam video yang viral di media sosial. Insiden itu direkam oleh pemilik rumah makan yang terletak di wilayah Kramat Pela, Jakarta Selatan.

Awalnya, pria yang mengaku bernama Bejo Rianto duduk di meja makan. Tak lama seorang perempuan mendekati Bejo untuk memberitahu peraturan PSBB di DKI Jakarta.

“Maaf ya pak. Tidak bisa makan di tempat,” kata perempuan itu.

“Siapa yang larang?,” tanya Bejo.

Perempuan itu lantas menjawab bahwa itu adalah aturan dari Pemda DKI Jakarta selama masa PSBB.

Bejo yang menggunakan rompi kuning dan topi kemudian mengaku sebagai petugas yang baru selesai melaksanakan patroli. Ia mengaku berwewenang untuk menegakkan disiplin dan menegur pelanggar PSBB.

“Saya ini petugas. Jadi bisa makan di sini. Nanti kalau ada yang tegur, kalau ada yang negur ini saya tukang tegur. Enggak apa-apa kalau diprotes nanti saya yang jawab,” kata Bejo dengan suara keras.

Seorang pria yang mengaku sebagai pemilik rumah makan mengingatkan Bejo tentang larangan makan di tempat.

“Ini tempat tinggal saya pak ya. Saya hanya menjalankan peraturan dari Pemda DKI. Saya bukan ngusir, tapi hanya menjalankan peraturan,” ucapnya.

“Jadi kalau ada apa-apa saya kena denda Rp50 juta, kedua saya kena denda Rp100 juta,” tambahnya.

Namun Bejo tetap ngotot ingin makan di tempat. Bahkan, dia mengaku siap bertanggung jawab jika si pemilik rumah makan didenda.

Bejo menyebutkan bahwa yang dilarang adalah pengumpulan massa. Kalau makan sendiri boleh-boleh saja.

“Ini yang dilarang adalah pengumpulan massa, take away memang aturannya, pak, tapi kalau sendiri itu ada toleransinya,” ucap Bejo.

“Di peraturannya itu enggak tertulis toleransi sih pak, di peraturannya itu hanya tertulis restoran, rumah makan, tidak boleh makan di tempat hanya bisa dibawa pulang,” kata pemilik rumah makan.

Pemilik rumah makan pun pasrah. Namun dia mengingatkan kepada Bejo bahwa petugas seharusnya memberikan contoh yang baik kepada masyarakat.

Video tersebut menuai reaksi beragam dari warganet. Sebagian besar menyalahkan Bejo yang bersikap arogan kepada pemilik warung.

Warganet meminta kepada Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan untuk lebih mendisiplinkan anak buahnya agar memberikan contoh yang baik kepada masyarakat.

“Anomali. Mohon @PemdaDKIJakarta, lebih bisa menertibkan petugasnya sendiri. Ini kalau bener bapak petugas di Video ini adalah oknum Satpol DKI,” cuit @RiuRizkiUtomo_.

Bejo Rianto Minta Maaf

Pada video lain terungkap bahwa Bejo Rianto ternyata bukan petugas DKI Jakarta. Bejo adalah oknum petugas Forum Kewaspadaan Dini Masyarakat (FKDM) Kramat Pela, Jakarta Selatan.

Bejo Riyanto meminta maaf kepada Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan, Walikota Jakarta Selatan, camat dan lurah.

“Dengan kekhilafan kesalahan saya dalam penyampaian kepada Bapak Edy, seorang pedagang bakso, saya mohon maaf, terutama kepada Gubernur DKI dan juga Bapak Walikota Jakarta Selatan,” kata Bejo dalam sebuah video tersebut, Jumat (18/9/2020).

“Dengan kekhilafan tersebut, saya sebagai anggota FKDM mohon maaf, insya Allah tidak akan terulang apa yang saya katakan dan apa yang saya ucapkan di dalam menghadapi masyarakat,” tambahnya.

Berikut ini video Bejo Rianto ribut di rumah makan:[pojoksatu]

 

Iklan Atas Artikel

Iklan Tengah Artikel 1

Iklan Tengah Artikel 2

Iklan Bawah Artikel