GAGAL PAHAM: Mengkritisi Pemerintah Dianggap Tidak Cinta Negara, Padahal Justru Bukti Cinta Pada Negara


GAGAL PAHAM:
Mengkritisi Pemerintah Dianggap Tidak Cinta Negara

Diantara kita selama ini GAGAL MEMAHAMI bahwa seolah kalau kita MENGKTISI KEBIJAKAN-KEBIJAKAN PEMERINTAH maka lantas kita dianggap atau di cap TIDAK CINTA KEPADA NEGARA.

Padahal itu cara pandang yang KELIRU.

Karena NEGARA dan PEMERINTAH itu dua hal yang BERBEDA.

Pemerintah itu Pengelolanya. Sedangkan Negara adalah yang Dikelolanya.

Kalau Negara itu kita ibaratkan Pesawat Terbang, maka Pemerintah adalah Pilot dan segenap Crew dari pesawat terbang itu.

Kalau Negara itu kita ibaratkan Mobil, maka Pemerintah adalah Sopir dan Kondektur mobil itu.

Kalau Negara itu kita ibaratkan Kereta, maka Pemerintah adalah Masinis dan segenap kru dari kereta itu.

JADI... adalah hal yang WAJAR apabila kita mengingatkan Pilot, Sopir, Masinis dan segenap kru yang bertugas tadi agar HATI-HATI, TIDAK MENGANTUK, dan KONSENTRASI ketika sedang menjalankan tugasnya, Demi Keamanan kendaraannya dan keselamatan semua penumpangnya.

Karena kita membayar dan menggaji mereka dengan uang dari tiket yang kita beli.

Sama halnya terhadap Pemerintah yang kita percaya untuk mengelola negara kita, dimana kita sudah berkontribusi dengan membayar Pajak dari setiap barang apapun yang kita miliki, jual beli, penghasilan bulanan kita dan lain-lain.

Maka wajar apabila kita mengkritisi dan meminta Pemerintah untuk bekerja maksimal dalam menjalankan tugasnya mengelola negara ini.

Jangan sampai negara kita salah kelola, lalu punya tanggungan atau beban utang disana sini, yang pada akhirnya rakyat lah yang akan menanggung dengan kenaikan pajak, tarif, dan lain lain.

Karena itu apabila rakyat mengkritisi dan memberi saran kepada pemerintah itu artinya rakyat CINTA KEPADA NEGARANYA dan MENGINGINKAN YANG TERBAIK dalam pengelolaannya.

Terlebih rakyat adalah pemilik sah dan tertinggi dari negara tercinta ini.

Bukan begitu?

(By Sherly Annavita)

[Video]

 

Iklan Atas Artikel

Iklan Tengah Artikel 1

Iklan Tengah Artikel 2

Iklan Bawah Artikel