Gatot Respons KITA: Kalau Bertentangan dengan Pancasila Lawan

Merespons berdiri KITA, Presidium KAMI Gatot Nurmantyo menyatakan pihaknya siap melawan jika ada pihak yang bertentangan dengan Pancasila.

Presidium Koalisi Aksi Menyelamatkan Indonesia (KAMI) Jenderal TNI (Purn) Gatot Nurmantyo mengaku menyambut baik gerakan serupa yang dideklarasikan oleh mantan tim sukses Jokowi di Pilpres 2019, Kerapatan Indonesia Tanah Air (KITA).

Hal tersebut ia sampaikan setelah menghadiri deklarasi KAMI Jabar yang dilanjutkan dengan aksi di depan Gedung Sate, Senin (7/9).

"Manusia Indonesia itu adalah santun. Ada KITA yang datang kita sambut dengan baik. Kita lawan kalau apa? Kita lawan kalau dia bertentangan dengan Pancasila, kita lawan," ujarnya.

"Jadi ingat, ciri khas KAMI adalah selalu tersenyum. Karena KAMI adalah orang-orang yang berketuhanan terhadap Tuhan Yang Maha Esa dan selalu bersyukur kepada Allah SWT," dia menambahkan.

KAMI pertama kali dideklarasikan di Tugu Proklamasi, Menteng, Jakarta Pusat, pada 18 Agustus. Selang satu hari kemudian, gerakan KITA, dideklarasikan di Gedung Joeang, kawasan Menteng.

Gerakan tersebut diinisiasi oleh mantan Direktur Relawan Tim Kampanye Nasional (TKN) Jokowi-Maruf, Maman Imanulhaq.

Sementara, KAMI banyak diisi oleh orang-orang yang kritis terhadap pemerintahan Jokowi-Ma'ruf ataupun bekas tim sukses kubu lawan di Pilpres 2019,

Gatot meminta agar simpatisan KAMI tetap menjaga kesantunan dengan hadirnya KITA ataupun pihak-pihak lain yang menyampaikan sikap berbeda dengan pihaknya.

"Dan selanjutnya tadi di sini saya monitor ada aksi-aksi lainnya lagi. Sambut mereka, kalau punya uang belikan mereka minuman. Ingat kalau KAMI ini adalah gerakan moral. Kita punya senjata, kekuatan akal manusia Indonesia," ujar Gatot dalam orasinya.

Dia meyakini hadirnya gerakan lain seperti KITA bukan untuk menyaingi KAMI. Ia justru mengajak agar elemen lainnya, yang selama ini menentang KAMI, untuk bergabung.

"Selama mereka untuk menyelamatkan Indonesia, itu sama. Hanya namanya saja yang beda. Jadi jangan alergi dengan saya, alergi dengan apapun juga kalau mereka memusuhi kita karena mereka belum tahu," ucap dia.

"Mereka memusuhi KAMI, mereka belum tahu KAMI. Biarkan mereka sendiri tahu nanti, kita tidak perlu pengakuan tetapi bukti yang perlu kita lakukan," ujar Gatot berapi-api.

"Bagaimana caranya bukti? Semua yang ada di sini pulang ke rumah ajak semua masuk KAMI. Buat KAMI mahasiswa, buat KAMI dokter, buak KAMI perawat, buat KAMI buruh, buat KAMI petani, buat KAMI nelayan, semua KAMI," kata Gatot menambahkan.[cnnindonesia]

Iklan Atas Artikel

Iklan Tengah Artikel 1

Iklan Tengah Artikel 2

Iklan Bawah Artikel