Wacana Polri Berdayakan Preman Awasi Pengunjung Pasar, Pengamat:Kok Preman? Kenapa Bukan Menwa Saja?

 https://1.bp.blogspot.com/-3fVRnMcmQnA/X17EIVmTIzI/AAAAAAABmtM/9-GAXMLjhpwn2vFK5p-5wo4ixf7vct2NwCLcBGAsYHQ/s320/68890_03593414092020_Connie-Rahakundini-Bakrie.jpg 

Wakapolri Komisaris Jenderal Gatot Eddy Pramono melontarkan rencana memberdayakan preman pasar untuk membantu pengawasan protokol kesehatan terhadap pengunjung pasar.

Menanggapi hal tersebut, Pengamat pertahanan dan keamanan Connie Rahakundini Bakrie berpandangan, dibandingkan preman lebih baik berdayakan resimen mahasiswa (Menwa) yang sudah terbukti disiplin dan terorganisir.

"Menwa menjadi jawaban lebih tepat daripada berdayakan preman pasar sebagai pengawas protokol kesehatan," ungkap Connie lewat keterangan yang diterima redaksi, Minggu (13/9).

Selain itu Connie juga mengungkapkan, setidaknya ada empat alasan utama kenapa lebih baik Menwa diberdayakan ketimbang preman.

Pertama, karena Menwa sudah terbentuk sadar dan hormat pada negara serta membela negara. Kedua, Menwa merupakan potensi Komcad (komponen cadangan) yang terbukti puluhan tahun loyal, terstruktur dan solid.

Selain itu, Menwa sudah pasti menggunakan akal sehat dalam bertugas karena berstatus mahasiswa dan sarjana. Terakhir, Menwa memiliki potensi, disiplin serta daya juang terbukti tinggi.

"Kehadiran Menwa strategis karena terbiasa mendidik kader menjadi insan bela negara serta calon-calon pemimpin masa depan," demikian Connie. (Rmol)


Iklan Atas Artikel

Iklan Tengah Artikel 1

Iklan Tengah Artikel 2

Iklan Bawah Artikel