Hebat, 3 Babinsa TNI Bubarkan Ratusan Perusuh di Jakarta Tanpa Senjata

Hebat, 3 Babinsa TNI Bubarkan Ratusan Perusuh di Jakarta Tanpa Senjata

 KONTENISLAM.COM - Keributan kembali pecah dalam demonstrasi menolak Undang-undang Cipta Kerja Omnibus Law di Jakarta, Selasa 13 Oktober 2020. Ribuan massa menyerang petugas yang bertugas mengamankan jalannya aksi.

Pembubaran paksa pun dilakukan, petugas mulai menghujani para perusuh dengan gas air mata. Massa kabur berlarian meninggal area sekitar Patung Kuda, Jakarta Pusat.

Memang di pusat kota sekitar Monas, massa bisa dipukul mundur, tapi hingga malam hari, massa itu bergerak malah ke pinggiran Jakarta, dan terkonsentrasi di beberapa titik. Salah satunya di flyover Jatibaru, perbatasan antara Jakarta Pusat dan Jakarta Barat.

Di lokasi ini, massa yang sebagian besar adalah remaja, juga berulah. Mereka merusak fasilitas umum, bahkan membakar marka pembatas jalan. Di tengah flyover sekelompok orang tak dikenal juga sengaja membakar ban tepat di tengah jalan.

Pengamanan di lokasi ini memang cukup kendor, karena petugas keamanan terkonsentrasi untuk mengamankan kawasan Istana dan sekitaran Monas.

Nah, dalam kondisi tak terkendali itu, di lokasi muncullah tiga prajurit Tentara Nasional Indonesia (TNI), mereka yaitu Sersan Kepala Husein Manilet, Sersan Dua Rubiyanta dan Sersan Dua Aris Razak.

Ketiga prajurit TNI itu merupakan Bintara Pembina Desa (Babinsa) dari Komando Rayon Militer 03/Grogol Palmerah, Komando Distrik Militer 0503/Jakarta Barat.

Dari siaran tertulis Koramil 03/GP, dilansir VIVA Militer, Rabu 14 Oktober 2020, trio Babinsa TNI itu tiba di lokasi setelah mendapat laporan terkait adanya keributan, akibat peralihan konsentrasi massa.

"Kami mendapat laporan dari warga, banyak massa berkerumun di Flyover Jatibaru dan juga ada sebuah ban yang dibakar oleh orang tak dikenal. Alhamdulillah api dapat dipadamkan, dan sisa-sisa serpihan ban dibersihkan oleh petugas Damkar. Dan lalu lintas kembali lancar," kata Serka Husein.

Mereka pun bergerak cepat menuju lokasi, dan langsung melakukan pembubaran terhadap massa. Dan hebatnya, walau tanpa dilengkapi tameng dan senjata pemukul. Ketiga prajurit TNI itu dengan mudah membubarkan ratusan massa perusuh tersebut.

"Secara humanis, saya selaku Babinsa Kota Bambu Utara meminta warga masyarakat agar kembali ke rumah masing-masing," ujar Serda Aris Razak.

Meski telah berhasil membubarkan massa perusuh, ketiga Babinsa tersebut, tetap bertahan di lokasi untuk berjaga-jaga bersama masyarakat setempat.

Untuk diketahui, keributan pecah hanya beberapa saat setelah massa dari FPI selesai berorasi menolak pengesahan Omnibus Law Cipta Kerja. Perusuh merupakan massa dari STM dan kelompok tak dikenal.[viva]

Iklan Atas Artikel

Iklan Tengah Artikel 1

Iklan Tengah Artikel 2

Iklan Bawah Artikel