Labor Institute Indonesia Khawatir Aksi Buruh Ditunggangi KAMI

https://1.bp.blogspot.com/-Xbvm1u6-GJI/X3vKxrL7rRI/AAAAAAABpFk/Rysrv2RcGtk1Rt_JfXJ7-gn7O-GeSRGJwCLcBGAsYHQ/s640/939599_08005206102020_buruh.jpg

KONTENISLAM.COM - Sejumlah serikat pekerja dan buruh yang akan menggelar aksi nasional pada tanggal 6 hingga 8 Oktober diminta untuk berhati-hati. Jangan sampai aksi yang bertujuan untuk menolak RUU Cipta Kerja itu ditunggangi kepentingan politik,

Sekretaris Eksekutif Labor Institute Indonesia, Andy William Sinaga khawatir aksi nasional buruh tersebut akan dibelokkan untuk tujuan politik tertentu.

“Sebagaimana catatan yang dihimpun Labor Institute Indonesia, Koalisi Aksi Menyelamatkan Indonesia (KAMI) pimpinan Gatot Nurmantyo dan tokoh oposisi pemerintah mendukung aksi unjuk rasa nasional buruh tersebut,” tekannya.

Labor Institute Indonesia memprediksi bisa saja kelompok KAMI akan ikut bersama-sama dengan para buruh untuk melakukan aksi di depan istana maupun di depan Gedung MPR/DPR Ri.

Andy William Sinaga juga mengatakan bahwa pihaknya sudah mulai menemukan ada kelompok dan dukungan buruh/pekerja sudah terpecah.

Sebagian besar atau lebih kurang 75 persen buruh/pekerja tidak setuju akan aksi unjuk rasa nasional karena takut kehilangan pekerjaan alias di-PHK. PHK sudah cukup massif dilakukan perusahaan selama pandemi Covid 19 berlangsung.

Belum lagi ancaman klaster baru Covid-19 dikalangan pekerja/buruh ketika aksi unjuk rasa nasional tersebut digelar,” tegasnya.

“Untuk itu, Labor Institute Institute Indonesia mengimbau agar rencana unjuk rasa nasional tersebut harus diantisipasi akan politisasi oleh para oknum untuk memperkeruh instabilitas sosial politik nasional,” demikian Andy William Sinaga. (Rmol)

Iklan Atas Artikel

Iklan Tengah Artikel 1

Iklan Tengah Artikel 2

Iklan Bawah Artikel