Israel Senang dan Puji Keputusan Saudi Labeli Ikhwanul Muslimin Sebagai Kelompok Teroris

KONTENISLAM.COM - Pemerintah Israel menyambut baik keputusan Hai’ah Kibar Ulama Kerajaan Saudi Arabia (Dewan Ulama Senior Arab Saudi هيئة كبار العلماء السعودية‎) yang menyatakan Ikhwanul Muslimin sebagai kelompok teroris. Tel Aviv menilai hal tersebut sudah tepat dilakukan.

"Kami senang di Israel melihat pendekatan semacam itu yang bertentangan dengan eksploitasi agama untuk menghasut. Kita sangat membutuhkan wacana yang menyerukan toleransi dan kerja sama di kawasan," kata Kementerian Luar Negeri Israel melalui akun Twitter resminya pada Ahad (15/11/2020), dikutip laman Anadolu Agency.

Pada Selasa (10/11/2020) lalu, Hai’ah Kibar Ulama Kerajaan Saudi Arabia menyatakan, bahwa Ikhwanul Muslimin merupakan kelompok teroris. Hai’ah Kibar Ulama Kerajaan Saudi Arabia pun menuduh kelompok tersebut sebagai faktor destabilisasi di kawasan. Ikhwanul Muslimin, tuding Hai’ah Kibar Ulama Saudi, bukan termasuk pengikut manhaj yang lurus,

Ikhwanul Muslimin telah mengecam keputusan dan pernyataan Hai’ah Kibar Ulama Saudi. Mereka menyebut kerap menjadi korban kekerasan dan rezim diktator.

Israel dinilai melihat keputusan Hai’ah Kibar Ulama Saudi sebagai peluang untuk semakin mengambil tindakan keras terhadap Hamas di Jalur Gaza. Hamas memang mengadopsi pemikiran Ikhwanul Muslimin.

Israel telah tiga kali melancarkan serangan militer besar terhadap Hamas, yakni pada 2008, 2012, dan 2014. Hingga kini, Negara Zionis masih memberlakukan blokade ketat di Jalur Gaza.

Dewan Ulama Senior Arab Saudi (bahasa Arab: هيئة كبار العلماء السعودية‎) adalah sebuah lembaga negara Kerajaan Arab Saudi yang bertugas dibidang agama Islam di Arab Saudi, lembaga ini berdiri sejak tahun 1971 mencakup sebuah komite terbatas yang terdiri dari pemuka agama, yang diketuai oleh Mufti Arab Saudi.

Beda Fatwa Arab Saudi Dulu dan Kini Soal Ikhwanul Muslimin

Fatwa Hai’ah Kibar Ulama Saudi tentang Ikhwanul Muslimin di era penguasa Raja Salman yang mencap IM sebagai teroris dan tidak bermanhaj lurus, berbeda dengan fatwa Hai’ah Kibar Ulama Saudi di masa sebelumnya.

Di masa sebelumnya Hai’ah Kibar Ulama Saudi menyebut IM sebagai salah satu Kelompok Islam yang paling dekat dengan kebenaran dan paling konsisten mempraktikkannya dari Ahlussunnah Wal Jamaah

Mengutip kitab Fatwa Lajnah ad-Daimah Lil Buhuts wa Al-Fatwa, sebuah kitab kompilasi dari Komisi Fatwa dan Kajian dari Dewan Ulama Senior Arab Saudi, dalam fatwa nomor 6250 disebutkan sebagai berikut: 

أقرب الجماعات الإسلامية إلى الحق وأحرصها على تطبيقه: أهل السنة: وهم أهل الحديث، وجماعة أنصار السنة، ثم الإخوان المسلمون, وبالجملة فكل فرقة من هؤلاء وغيرهم فيها خطأ وصواب، فعليك بالتعاون معها فيما عندها من الصواب، واجتناب ما وقعت فيه من أخطاء، مع التناصح والتعاون على البر والتقوى. وبالله التوفيق وصلى الله على نبينا محمد وآله وصحبه وسلم.

"Kelompok Islam yang paling dekat dengan kebenaran dan paling konsisten mempraktikkannya dari Ahlussunnah Wal Jamaah adalah para ahli hadits, Jamah Anshar Sunnah, kemudian Ikhwanul Muslimin. Secara umum, setiap kelompok dari mereka ada benar dan salah, maka Anda harus bekerja sama selama mereka benar dan menjauh jika mereka salah, dengan tetap menasihati dan bekerja sama dalam kebaikan. Semoga Allah memberikan taufik dan shalawat bagi Nabi kita, Muhammad SAW.”

Fatwa ini ditandangani ketua Lajnah Ad-Daimah saat itu, yakni Syekh Abdul Aziz bin Abdullah bin Baz (Syekh Bin Baz), wakil ketua Syekh Abdurrazzaq Afifi, dan anggota yang terdiri atas Abdullah bin Ghadyan dan Abdullah bin Qu’ud. 

Referensi:
- https://republika.co.id/berita/qjuabk409/israel-senang-ikhwanul-muslimin-dilabeli-kelompok-teroris
- https://republika.co.id/berita/qjpdt2320/beda-fatwa-arab-saudi-dulu-dan-kini-soal-ikhwanul-muslimin

Iklan Atas Artikel

Iklan Tengah Artikel 1

Iklan Tengah Artikel 2

Iklan Bawah Artikel