Desmond soal Benny Mamoto Ungkap Teroris Berlatar FPI: Cari Popularitas Kayak Ayam Sayur

Desmond soal Benny Mamoto Ungkap Teroris Berlatar FPI: Cari Popularitas Kayak Ayam Sayur 

KONTENISLAM.COM - Wakil Ketua Komisi III DPR, Desmond J Mahesa mengkritik Kepala Pusat Riset Ilmu Kepolisian dan Kajian Terorisme Universitas Indonesia (UI) Benny Mamoto yang mengungkapkan data 37 terdakwa kasus terorisme berlatar belakang FPI. Desmond menilai sebagai pensiunan Polri tak seharusnya Benny menyampaikan data itu ke publik.

"Kalau Benny Mamoto bagian aparat negara atau pensiunan ya nggak usah ngomong, kasih informasi saja ke internal Polri ke Densus. Ini penyakit untuk menahan mulut, orang jadi takut, suasana hari ini jangan dipanasi dengan yang mencekam semakin mencekam nggak sehat bangsa ini lama-lama," kata Desmond J Mahesa saat dihubungi, Kamis (17/12/2020).

Desmond juga mempertanyakan sumber data yang dimiliki Benny Mamoto tersebut. Desmond menilai harusnya Benny Mamoto bisa menahan diri dan ikut menjaga situasi agar tetap kondusif

"Itu bisa dipercaya laman pengadilannya? Itu pengadilan perdata atau pidana, kalau pengadilan pidana itu ranah polisi, criminal justice sistem. Dia kan mantan polisi mencari popularitas di tengah musibah kayak gini yah ayam sayur kayak gini merusak aja. Seharusnya orang yang seperti ini bikin suasana yang kondusif agar pemerintah bisa berjalan dengan baik, kita khawatirnya hal-hal seperti ini nggak benar," ujar Desmond.

Meski demikian, Ia tetap meminta jika data dari Benny Mamoto itu benar harus diusut. Sebab, ia khawatir di tengah situasi politik Indonesia saat ini banyak muncul fitnah-fitnah kepada suatu kelompok.

"Kalau itu benar ya kita tindak. Yang kita khawatir semua informasi yang berkepentingan dengan FPI semua jadi korban. Saya punya pengalaman saat Prabowo nyalon berhadapan dengan Pak Jokowi, muncul fitnah Prabowo sakit jiwa apalah. Hari ini orang kalau sudah terpojok ditambah dengan fitnah-fitnah nggak jelas," tuturnya.

Sebelumnya, Inspektur Jenderal (Purn) Benny Mamoto, membeberkan data 37 orang yang terlibat kasus terorisme. Mereka disebut punya kaitan dengan FPI.

"Sumbernya dari laman pengadilan negeri dengan meneliti satu persatu putusan," kata Benny yang juga merupakan Ketua Harian Kompolnas itu, Kamis (17/12). [detik]

Iklan Atas Artikel

Iklan Tengah Artikel 1

Iklan Tengah Artikel 2

Iklan Bawah Artikel