Heran dengan Nama Islam Tokoh Papua, Denny Siregar Ditolol-tololin Netizen

"Ini toh "tokoh Papua"nya ??

Namanya Thaha al Hamid. Lha, kok gada sedikitpun Papua2nya ya ???

😂😂😂"

Demikian kicauan si Denny Siregar di akun twitternya @Dennysiregar7.

***

Yang disoal si Denny ini adalah nama Tokoh Papua yang ternyata nama Islam, Thaha Alhamid.

Denny yang sok tau merasa janggal dengan Tokoh Papua kok namanya Islam.

Padahal dia yang bodoh.

"Tolol, Islam lebih dulu masuk Papua daripada masuk Jawa den. Gak tolol gak denny deh," balas netizen akun @akticiss.

Islam Hadir di Papua Diperikirakan Sejak Abad ke-2 Hijriyah

Perjalanan panjang syiar Islam ke Papua nyatanya jauh lebih panjang dibandingkan dengan usia Indonesia. Fakta sejarah membuktikan, jauh sebelum para misionaris menginjakkan kaki di wilayah tersebut, mubaligh-mubaligh Islam telah lebih dulu berada di Papua.

Dalam buku Muslim Papua karya Dhurorudin Marshad dijelaskan, aktivitas dakwah Islam di Papua merupakan rangkaian panjang syiar Islam di Nusantara yang sudah dimulai sejak abad ke-7 Masehi dengan wilayah dakwah pertama di pesisir utara Sumatera. 

Sejarah masuknya Islam di wilayah Maluku dan Papua dapat ditelusuri dari berbagai sumber, baik lisan maupun tulisan. Dalam buku-buku sejarah mainstream disebutkan bahwa Islam masuk ke Ternate (Maluku) baru di sekitar tahun jatuhnya kerajaan Hindu Majapahit pada 1478 Hijriyah atau 1518 Masehi. 

https://republika.co.id/berita/qfniu4320/islam-hadir-di-papua-diperikirakan-sejak-abad-ke2-hijriyah

Tokoh Papua Kritik Jokowi Bangun Jalan di Tengah Hutan

Tokoh Papua, Thaha Alhamid mengkritik pembangunan di Papua yang dibanggakan pemerintahan Jokowi. Padahal menurut dia, pembangunan saat ini salah sasaran.

Thaha menilai, pembangunan Papua belum mencukupi kebutuhan dasar warga lokal. Salah satunya mengenai pembangunan jalan yang menurutnya tidak perlu.

"Dibikin jalan di tengah hutan, 20 tahun lagi orang tidak akan jalan, ada sapi ada babi di situ, biar sudah, sapi dan babi yang melihat aspal itu," ujarnya dalam diskusi Setelah Otonomi Khusus, ‘Apa Lagi Jurus Untuk Papua?’ Sabtu (5/12/2020).

Menurutnya, membangun jalan-jalan di tengah hutan Papua seperti merampok negara dengan cara legal. Dia khawatir tak ada lembaga pengawas negara yang berani mengontrol.

"Bangun jalan-jalan di tengah hutan saya punya bahasa itu ini merampok negara dengan cara legal, bangun jalan di tengah hutan Papua, siapa mau kontrol? BPK? BPK tidak berani ke sana, KPK? Apalagi," katanya.

"Orang pintar, orang hebat tidak berani jalan di situ, jalan sampai dua hari tidak ada tambal ban, tidak ada pom bensin, tidak ada warung makan, ini kan kerja mengkhayal ini," tambah dia.

Iklan Atas Artikel

Iklan Tengah Artikel 1

Iklan Tengah Artikel 2

Iklan Bawah Artikel