Pandemi Dan 6 Nyawa Melayang Tragis

Pandemi Dan 6 Nyawa Melayang Tragis 

Oleh:Gde Siriana Yusuf

 APAKAH begini cara menangani pandemi oleh rezim Jokowi?

Berawal dari kerumunan massa pendukung HRS di bandara, pernikahan dan acara keagamaan. Lalu ada panggilan pemeriksaan atas pelanggaran prokes dan permintaan tes swab.

Di luar soal pandemi, ada penurunan baliho HRS. Lalu ada penguntitan terhadap HRS demi panggilan pemeriksaan dipenuhi.

Lalu berujung dengan 6 nyawa anak muda melayang? Benar-benar enggak masuk dalam nalar saya. Apalagi jika gunakan moral.

Sepadankah demi mengusut pelanggaran prokes dibayar dengan 6 nyawa?

Persoalan ini adalah persoalan besar bagi civil society. Ini soal kemanusiaan.

Pertama adalah tindakan berlebihan polisi yang berakibat 6 nyawa melayang. Siapapun bisa mengalami hal seperti ini, kapanpun.

Komnas HAM perlu didorong, didukung, dan dikawal untuk mengungkap kasus ini hingga tuntas.

Kedua, perlu hadir rasa simpati masyarakat walaupun secara politik tidak mendukung HRS. Jangan bicara oposisi atau pro rezim.

Jika tidak ada simpati masyarakat bersama-sama, sementara pemerintah juga tidak menunjukkan simpatinya, maka divided society yang terjadi saat ini akan terbawa terus hingga beberapa generasi ke depan. Ini sangat bahaya bagi bangsa kita.

Siapapun 6 anak muda FPI ini, dan siapapun Anda, mereka layak mendapatkan simpati Anda.

(Direktur Indonesia Future Studies (INFUS)

Iklan Atas Artikel

Iklan Tengah Artikel 1

Iklan Tengah Artikel 2

Iklan Bawah Artikel