Mencari Jack Ma Usai Kritik Pemerintah China

Mencari Jack Ma Usai Kritik Pemerintah China 

KONTENISLAM.COM - Keberadaan pendiri raksasa e-commerce Alibaba, Jack Ma menjadi pertanyaan di dunia internasional saat ini. Jack Ma dilaporkan menghilang secara misterius usai mengkritik aturan di China. Di mana Jack Ma?

Seperti dilansir Business Today, Selasa (5/1/2021), Jack Ma tidak muncul ke publik sejak November 2020. Pertanyaan keberadaan miliarder China itu semakin santer setiap harinya.

Secara mengejutkan Jack Ma terakhir kali muncul ke publik pada acaranya, 'Africa's Business Heroes', yang disiarkan pada November tahun lalu. Mengejutkan, karena Jack Ma justru tak muncul di episode pamungkas.

Dalam episode terakhir itu Jack Ma digantikan oleh seorang petinggi eksekutif Alibaba, Lucy Peng. Saat itu, menurut seorang juru bicara perusahaan seperti dilaporkan Financial Times, Jack Ma tak bisa tampil karena jadwalnya padat.

'Africa's Business Heroes' sendiri merupakan acara yang memberikan kesempatan kepada para pengusaha pemula di Afrika untuk berkompetisi memenangkan USD 1,5 juta.

Kekhawatiran menghilang semakin menjadi saat foto Jack Ma menghilang dari situs 'Africa's Business Heroes' dan sebuah video promosi. Ke mana Jack Ma?

Rentetan peristiwa yang terjadi setelahnya semakin mengkristalkan kecurigaan Jack Ma menghilang. Terlebih, tak ada laporan pasti di mana miliarder berusia 56 tahun itu berada.

Sebelum acara pamungkas 'Africa's Business Heroes', sekitar Oktober 2020, Jack Ma memang pernah melontarkan kritik terhadap sistem regulasi China, tepatnya pada forum bernama Bund Summit di Shanghai, 24 Oktober 2020.

Jack Ma mengkritik 'regulator keuangan pegadaian dan bank-bank milik negara'. Dia menyerukan reformasi dalam sistem regulasi China dan menyalahkan sistem itu karena menghambat inovasi bisnis dan menyamakan regulasi perbankan global China dengan 'klub orang tua'.

Pertikaian Jack Ma dengan otoritas China yang otoriter disebut-sebut memicu tindakan keras terhadap bisnisnya. Terlebih Jack Ma belum muncul ke publik sejak penangguhan IPO untuk ANT Group.

Dalam forum Bund Summit 2020 Jack Ma berbagi pengalamannya dari karier yang membawa Alibaba yang tadinya hanya memiliki kurang dari 20 karyawan. Dimulai di apartemennya di kota pesisir Hangzhou pada 1999, hingga menjadi raksasa teknologi yang meraup pendapatan USD 71.985 miliar, pada tahun fiskal yang berakhir pada 31 Maret 2020.

Menurut transkrip pidato yang dipublikasikan surat kabar Hong Kong, Apple Daily, Jack Ma menyampaikan pidatonya secara berhati-hati. Dia menyebut dirinya sebagai 'pria pensiunan ... berbagi pandangan non-profesional dari seorang non-profesional, dan mengakui bahwa gagasannya mungkin tidak dewasa, tidak akurat, atau bahkan bisa ditertawakan'.

Dengan sopan, Jack Ma menyertakan beberapa kutipan kata-kata Presiden Xi Jinping dalam pidatonya. Tapi ketika dia mulai mengajak para hadirin -- yang oleh Reuters digambarkan sebagai 'kelompok keuangan, regulasi dan politik yang mapan' -- untuk mempertimbangkan perlunya reformasi sistem keuangan China, Jack Ma telah melewati batas.

"Sistem keuangan saat ini adalah produk dari Era Industri," sebutnya.

"Saat ini kita memiliki tanggung jawab untuk memikirkan dan membangun sistem keuangan yang benar-benar milik masa depan, generasi muda, generasi penerus dan zaman itu," imbuhnya.

"Sistem keuangan saat ini harus direformasi. Jika kita gagal melakukannya, tidak hanya kita akan kehilangan kesempatan, tapi dunia juga bisa jatuh ke dalam kekacauan yang lebih parah," cetus Jack Ma dalam pidatonya.

"Wajar jika inovasi mendahului regulasi. Namun, ketika inovasi jauh lebih di depan daripada regulasi dan ketika kekayaan dan kedalaman inovasi jauh di luar imajinasi regulasi, situasinya tidak normal, dan masyarakat dan dunia akan berada dalam kekacauan," ucapnya lagi.

Dalam pidatonya, Jack Ma juga secara tidak langsung menegur regulator China karena menghambat inovasi, dan menyebut bank-bank China memiliki 'mentalitas pegadaian', karena seperti pemberi pinjaman dahulu kala, masih bergantung pada sistem agunan. Dia juga menyamakan regulasi perbankan global China dengan 'klub orang tua'.

"Perbankan saat ini masih melanjutkan mentalitas pegadaian. Pegadaian adalah soal jaminan dan agunan," cetusnya pada saat itu.

Namun, Jack Ma menambahkan bahwa hal itu tidak melulu buruk.

"Di masa lalu, pegadaian adalah ide yang maju. Jika bukan karena inovasi seperti jaminan dan agunan, maka tidak akan ada institusi keuangan saat ini, dan perekonomian China tidak akan berkembang selama 40 tahun terakhir hingga ke titik seperti itu sekarang," paparnya.

Para kader yang mendengarkan pidato itu menjadi marah. Pada 2 November 2020, Jack Ma dipanggil oleh otoritas China untuk diinterogasi.

Media terkemuka Amerika Serikat (AS), Wall Street Journal, saat itu melaporkan bahwa otoritas China menegur Jack Ma dan menangguhkan IPO ANT Group, afiliasi Alibaba, atas perintah langsung Presiden Xi Jinping pada November 2020.

Pada akhir Desember, regulator China menginstruksikan ANT Group untuk merestrukturisasi operasionalnya demi mematuhi aturan anti-monopoli yang baru, berdampak pada berkurangnya valuasi perusahaan itu. Jack Ma juga terpantau tidak muncul ke publik sejak November 2020.

"Saya pikir dia diminta untuk diam," cetus Duncan Clark selaku ketua konsultan teknologi, BDA China, yang berkantor di Beijing, seperti dilansir Reuters. "Ini situasi yang cukup unik, lebih terkait dengan skala ANT (Group) dan sensitivitas regulasi keuangan," imbuhnya.

Sementara Bloomberg melaporkan bahwa Jack Ma disarankan untuk tetap berada di China menyusul penyelidikan anti-monopoli yang tengah dilakukan terhadap Alibaba Group Holding sejak malam Natal, atau pada 24 Desember 2020.(detik)

Iklan Atas Artikel

Iklan Tengah Artikel 1

Iklan Tengah Artikel 2

Iklan Bawah Artikel