Filosofi Anies Tangani Banjir Disindir Djarot, Wagub DKI Pamer Program

Filosofi Anies Tangani Banjir Disindir Djarot, Wagub DKI Pamer Program 

KONTENISLAM.COM - Filosofi Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan dalam menangani banjir disindir Ketua DPP PDIP Djarot Saiful Hidayat. Sindiran Djarot ke Anies pun dibela Wakil Gubernur DKI Jakarta Ahmad Riza Patria dengan memamerkan program pengendalian banjir dieranya.

"Jadi prinsipnya, kami Pemprov DKI Jakarta sesuai dengan tugas dan tanggungjawabnya mengupayakan semaksimal mungkin pengendalian banjir di Jakarta dengan cara membuat program-program yang sudah memang disusun sejak gubernur-gubernur sebelumnya, disusun oleh pemerintah pusat juga," kata Riza kepada wartawan, Minggu (21/2/2021).

Riza mengatakan Pemprov DKI bekerja sama dengan pemerintah pusat dan pemerintah daerah untuk terus mengupayakan berbagai program pengendalian banjir di Jakarta dan sekitarnya. Mulai dari program normalisasi sungai hingga naturalisasi sungai.

"Kemudian juga kami sendiri di tahun 2020 tidak kurang dari Rp 751 miliar menganggarkan program penanganan banjir hanya untuk pembebasan lahan yang lahannya akan digunakan penanganan banjir di antaranya normalisasi kali," katanya.

"Komitmen kami luar biasa, kami programkan juga sumur resapan, drainik vertikal, pengadaan pompa, dan lain-lain. Stasioner kita punya 729 pompa, stasioner termasuk underpass pompa mobile," tambahnya.

Lebih lanjut, dia juga membeberkan soal program pengerukan sungai tak pernah berhenti dilakukan. Berbagai terobosan pun juga dilakukan untuk mengatur pengendalian banjir seperti membuat codetan dan olakan-olakan

"Alhamdulillah banjir berkurang dan cepat sekali surut dari yang kita targetkan," katanya.

Dalam menghadapi bencana banjir di tengah pandemi COVID-19, Pemprov DKI telah menambah jumlah titik pengungsian bagi warga terdampak. Dia memastikan semua kebutuhan logistik warga terdampak banjir akan disediakan oleh Pemprov DKI Jakarta.

"Di samping itu juga dalam rangka antisipasi, programnya mengevakuasi, menyiapkan titik pengungsian, jumlah titik pengungsian kita tambah karena COVID-19 jumlahnya harus lebih besar, lebih luas. Kita siapkan semua kebutuhan logistik bagi para pengungsi mulai dari makan, selimut dan sebagainya, sampai obat-obatan pampers juga kita siapkan. Jadi kita upayakan semua semaksimal mungkin dan hasilnya baik dibanding banjir-banjir sebelumnya," katanya.

Seperti diketahui, Djarot Saiful Hidayat menyindir filosofi Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan dalam menangani banjir. Djarot menduga filosofi Anies dalam penanganan banjir, yakni menahan air, bukan mengalirkannya ke laut.

"Karena filosofinya berbeda. Mungkin filosofinya lebih arif, air itu ditahan saja biar lama supaya kita bisa dapat ikan di situ bikin kolamnya. Air ini kan seharusnya dialirkan ke laut," kata Djarot dalam keterangan tertulis, Minggu (21/2).

Djarot juga menyampaikan soal cuaca ekstrem yang terjadi di Jakarta dan sekitarnya. Menurutnya, cuaca ekstrem akan terjadi di Jakarta sudah diprediksi lama.

"Ini sudah diprediksi lama. Maka, karena itu, ini menuntut kepala daerah bekerja ekstrem, bekerja keras untuk mengantisipasi perubahan iklim. Kalau kerjanya biasa-biasa saja susah," tutur Djarot.(detik)

Iklan Atas Artikel

Iklan Tengah Artikel 1

Iklan Tengah Artikel 2

Iklan Bawah Artikel