Akses Rumah Ditutup, Warga Ciledug Ini Terpaksa Panjat Tembok 2 Meter



GELORA.CO - Sebuah video viral menampilkan penutupan akses rumah warga di Ciledug, Tangerang. Penghuni rumah tersebut terpaksa harus menggunakan tangga untuk memanjat pagar tersebut.

Kapolsek Ciledug, Kompol Wisnu Wardana mengatakan penutupan akses rumah warga itu karena masalah sengketa lahan.

"Masalah sengketa tanah. Sudah dilaporkan Ke Polres Tangkot. Masih proses sampai sekarang," ucap Wisnu saat dihubungi, Sabtu (13/3/2021).

Menurut Wisnu, pihaknya telah mencoba memediasi kedua belah pihak. Namun, tidak menemukan titik temu.

"Kami dari Polsek sudah pernah mediasi para pihak, namun belum menemukan titik temu," katanya.

Wisnu bercerita sedikit soal kasus sengketa tersebut. Disebutnya, tanah yang kini dipagari tembok itu pernah dihibahkan kepada warga sebagai akses jalan.

"Kalau nggak salah dulu tahun 90-an, sebagian jalan itu selebar 2,5 meter sudah dihibahkan oleh pemilik tanah kepada masyarakat secara lisan. Sekarang keturunannya merasa tanah itu milik dia. 
Setahu Wisnu, cuma ada satu keluarga yang terdampak penutupan lahan tersebut. Saat ini, polisi masih menggali keterangan soal kasus tersebut.

"Ini kami lagi pulbaket (pengumpulan bahan dan keterangan) terkait kronologis asal muasal sengketa hingga ada pemagaran jalan," katanya.

Diketahui, dalam video yang viral, terlihat pekerja sedang menyelesaikan pagar beton. Disebut, lokasi ada di Pondok Kacang Kampung Beberes. Ciledug.

Dalam video itu dinarasikan, di balik pagar keliling beton itu, ada satu keluarga. Sehingga, keluarga tersebut tidak bisa mudah keluar masuk. Mereka harus memanjat beton dengan tinggi sekitar dua meter.(dtk)



[mediamuslim.org]

Iklan Atas Artikel

Iklan Tengah Artikel 1

Iklan Tengah Artikel 2

Iklan Bawah Artikel