Kisah Suami Setia Banget Sama Istri yang Sakit Keras, Menolak Disuruh Nikah Lagi

Kisah Suami Setia Banget Sama Istri yang Sakit Keras, Menolak Disuruh Nikah Lagi 

KONTENISLAM.COM - Memiliki pasangan merupakan hal yang terindah. Kisah haru kali ini datang dari seorang suami yang memiliki kecintaan dan kesetiaan tiada tara kepada sang istri.

Saat ujian datang menghampiri, pria tersebut memilih untuk tetap menyayangi istri tercinta. Ia tak gentar meski sang istri jatuh sakit hingga harus bertahan di kursi roda.

Sang istri sempat memintanya untuk menikah kembali dan menemukan kebahagiaan. Ia justru menolak dan tetap di samping sang istri hingga akhir hayat.
 
Kisah Haru Seorang Suami Setia

Cerita ini berasal dari sebuah video viral yang diunggah pada akun Instagram @omg.indonesia.id. Dalam video berdurasi pendek tersebut, seorang warganet yang merupakan putra dari pria tersebut mulai menceritakan perjalanan haru sang ayah,

“Bapak saya tidak pernah selingkuh sekalipun,” tulisnya.

Sang ayah disebut tak pernah selingkuh dan memilih wanita lain selain sang ibu. Bahkan, ia menolak untuk menikah kembali saat sang ibu mendadak jatuh sakit dan tak berdaya.

“Bahkan ibu saya menyuruh bapak saya untuk menikah lagi saat ibu saya sakit keras dan terjebak di kursi roda bertahun-tahun, bapak saya menolak,” sambungnya.
 
Merawat Istri Hingga Wafat

Sang ayah diceritakan tetap setia dan menemani sang ibunda di kala sakit. Ia rela belajar cara merawat dengan baik dan benar serta membersihkan luka sang istri di setiap waktu hingga takdir berkata lain.

“Masih terus setia, belajar jadi perawat, membersihkan luka ibu setiap hari sampai beliau wafat,” tambahnya.

Tak Pernah Emosi

Sang ayah diungkapkan tak pernah emosi dan berlaku kasar kepada ibunda. Ia merupakan sosok suami yang penuh pengertian dan kecintaan kepada sang istri.

“Saya tidak pernah melihat bapak saya memukul ibu, membanting sesuatu, atau pun berkata kasar,” ceritanya.

Merasa Sedih Pertama Kali

Hal ini terus berlangsung hingga maut memisahkan keduanya. Sang istri diketahui wafat tanpa memberikan tanda-tanda. Hal ini membuatnya sangat sedih. Sang anak mengaku, saat itu merupakan pertama kali ia mendapati sang ayah terlihat sedih menatap kepergian sang ibunda untuk selamanya.

“Bapak pekerja keras, tidak mengeluh atau sedih. Saya cuma melihat bapak sedih sekali seumur hidup saya saat ibu saya meninggal dalam tidurnya, tidak bernapas lagi di pagi harinya tanpa pamit,” ceritanya.

Jadi Panutan

Perjuangan dan perasaan cinta sang ayah menjadi inspirasi tersendiri bagi sang putra. Ia menjadi potret perjuangan yang akan selalu dikenang meski tak banyak diketahui orang.

“Semoga saya bisa menjadi suami yang mampu mencintai seseorang sedemikian besarnya,” pungkasnya.
 
Sumber: merdeka.com

Iklan Atas Artikel

Iklan Tengah Artikel 1

Iklan Tengah Artikel 2

Iklan Bawah Artikel