5 Fakta Anggota FUI Bubarkan Paksa Kuda Kepang dan Ludahi Wanita

Pembubaran kuda kepang di Medan Sunggal, Medan, Jumata (2/4/2021). 

KONTENISLAM.COM - Pembubaran atraksi kuda kepang di Medan, Sumatera Utara (Sumut), yang diwarnai keributan berbuntut panjang. Keributan yang melibatkan anggota Forum Umat Islam (FUI) memunculkan sejumlah fakta.

Adu pukul antara anggota FUI dan sejumlah warga itu terjadi pada Jumat (2/4). Keributan yang terekam kamera ini akhirnya berhenti setelah warga lainnya mencoba melerai. Ketua FUI Sumut Indra Suheri membantah pihaknya membubarkan pertunjukan kuda kepang karena alasan syirik.

"Lokasi kejadian itu di jalan ring road. Kebetulan keplingnya (kepala lingkungan) kenal baik dengan orang FUI, jadi datanglah ke situ, karena keplingnya tidak setuju. Karena tidak ada surat-surat yang boleh mempraktikkan jaran kepang di situ. Maka datanglah orang FUI ke situ sama kepling," kata Indra saat dihubungi, Rabu (7/4/2021) lalu.
 
FUI Sumut mengklaim pihaknya membubarkan pertunjukan jaran kepang itu secara persuasif. FUI Sumut mengatakan warga dan pemain kuda kepang tidak setuju dibubarkan sehingga terjadi keributan. FUI mengklaim ada anggotanya yang dipukul warga saat peristiwa itu.

"Laskar FUI berceloteh dia, warga tidak terima, laskar kita dipukul. Kemudian buat laporanlah kita ke polsek, sekarang sudah diproses itu," jelasnya.

Dihimpun detikcom, Kamis (8/4/2021), sejumlah fakta terungkap usai insiden keributan itu. Berikut fakta-faktanya:
 
1. Penyelidikan Polisi

Polisi mengatakan keributan itu berawal saat anggota FUI hendak membubarkan pertunjukan. Usai keributan, kedua belah pihak melapor ke polisi.

"Dari kronologi, ada warga kita nggak tahu dadakan atau bagaimana, bikin jaran kepang. Ya sudah, kemudian mungkin ada orang FUI membubarkan, jadi ribut," ucap Kanit Reskrim Polsek Medan Sunggal AKP Budiman Simanjuntak, Rabu (7/4/2021).

Polisi tidak mengetahui proses pembubaran yang dilakukan anggota FUI. Budiman mengatakan adu pukul bermula dari pembubaran pertunjukan kuda kepang.

"Kita nggak tahu cara membubarkannya seperti apa, kurang sopan atau gimana. Awalnya ribut mulut, jadi pukul-pukulan," katanya.

Akibat peristiwa itu, dua kubu yang terlibat adu pukul membuat laporan ke polisi. Hingga kini sudah ada 15 saksi yang diperiksa terkait kasus itu.

"Masih penyelidikan. Dua pihak saling lapor, dari dua pihak ini semuanya mungkin sudah ada 15 orang yang diperiksa," jelasnya.
 
2. Camat Emosional

Camat Medan Sunggal Indra Mulia Nasution mengakui kepling lah yang membawa anggota FUI Sumut untuk membubarkan pertunjukan kuda kepang yang berujung adu pukul. Kepling itu sudah diberi sanksi.

"Iya (kepling yang bawa anggota FUI). Tindakan dia di luar etika sebagai kepala lingkungan," kata Indra saat dihubungi, Kamis (8/4/2021).

Indra mengatakan kepling yang membawa anggota FUI untuk membubarkan kerumunan yang terjadi saat pertunjukan kuda kepang. Hal itu dilakukan untuk mencegah penyebaran COVID-19.

"Karena ada COVID kan nggak boleh ada kerumunan," ucapnya.

3. Ketua RT Akan Ditindak

Camat Medan Sunggal Indra Mulia Nasution mengatakan kepling yang membawa anggota FUI Sumut untuk membubarkan pertunjukan kuda kepang akan ditindak. Kepling itu mendapatkan surat peringatan.

"Untuk sementara kita beri peringatan," kata Indra saat dihubungi.

Kepling merupakan jabatan setingkat Ketua RT di Medan. Indra mengatakan sanksi itu bisa saja lebih tinggi. Dia mengatakan persoalan sanksi ini ditingkatkan setelah mendapatkan petunjuk dari pimpinannya.

"Kita masih meminta petunjuk dari pimpinan, pasti kita tindak," ujarnya.
 
4. Wanita yang Diludahi Anggota FUI Diminta Tes Swab

Satuan tugas (Satgas) COVID-19 Sumut meminta agar wanita yang diludahi anggota FUI saat pembubaran pertunjukan kuda kepang dites swab Corona. Hal ini untuk mencegah penyebaran virus Corona kepada wanita itu.

"Dites swab PCR," kata jubir Satgas COVID-19 Sumut, Aris Yudhariansyah.

Aris menyebut hal itu perlu dilakukan karena melalui ludah penyebaran virus Corona menjadi lebih cepat. Dia mengatakan ludah dapat langsung mengantarkan virus. "Transfer virusnya langsung," ujarnya.
 
5. FUI Medan Cerita Detik-detik Diserang

FUI Sumut menceritakan peristiwa kericuhan yang terjadi saat pembubaran pertunjukan kuda kepang di Medan. FUI mengaku pihaknya yang diserang saat kericuhan itu.

Ketua FUI Kota Medan Nursarianto awalnya memastikan proses pembubaran itu dilakukan atas kehendak kepling. Pembubaran dilakukan demi menghindari kerumunan dan mencegah penyebaran virus Corona atau COVID-19.

"Keributan itu terjadi pada hari Jumat (2/4) sekitar pukul 17.00 WIB. FUI tidak membubarkan kuda lumping, yang membubarkan itu kepling," kata Nursarianto kepada wartawan.

Nursarianto menyebut kepling yang membubarkan itu merupakan anggota dari FUI Kota Medan. Alasan pembubaran lainnya, acara kuda kepang itu tidak berizin.
 
"Saat itu FUI mengantarkan kepling yang anggota FUI pulang dari acara peresmian kantor Gerindra Medan Deli. Saat sampai di rumahnya, ada pertunjukan kuda lumping. Saat itu spontan kepling yang kebetulan memakai baju FUI membubarkannya," ucap Nursarianto.

"Alasan pembubaran karena tidak ada izin dan melanggar kerumunan di masa pandemi COVID-19 ini," imbuhnya.

Nursarianto menyebut ada personel dari kepolisian dan TNI yang juga meminta acara dibubarkan saat itu. Dia mengatakan tim dari pemain kuda lumping juga telah pulang setelah acara diminta bubar karena tidak memiliki izin.[detik]

Iklan Atas Artikel

Iklan Tengah Artikel 1

Iklan Tengah Artikel 2

Iklan Bawah Artikel