Dua Kali Disuntik Vaksin Covid-19 Pria Asal Makau Terinfeksi Virus Varian India

 

KONTENISLAM.COM - Daerah Administratif Khusus Makau melaporkan kasus Covid-19 varian India pada pasien yang sebelumnya bepergian ke luar negeri. Pasin itu terinfeksi varian India hanya tiga hari setelah dia mendapatkan dosis kedua vaksin Covid-19 Sinopharm.

Pusat tanggapan dan koordinasi Covid-19 Makau pada Rabu (26/5) mengatakan, pasien itu, laki-laki, terifeksi varian B.1.617 pada Senin. Sebelumnya, dia telah mendapat dua dosis vaksin Sinopharm yang diberikan di Makau, masing-masing pada 11 Februari dan 11 Maret.

Pada 15 Maret, pasien tersebut meninggalkan Makau menuju Hong Kong, dan kemudian pergi ke Nepal pada akhir Maret. Dari 17 hingga 19 Mei, pasien kembali ke Makau dari Nepal melalui Turki, Paris, dan pulau Taiwan.

“Pasien terinfeksi kurang dari 14 hari setelah vaksinasi. Tetapi pasien tidak menunjukkan gejala, nampaknya vaksin telah memberikannya perlindungan," kata pusat tersebut, menegaskan bahwa sejauh ini tidak ada vaksin Covid-19 yang menawarkan tingkat perlindungan 100 persen.

"Sangat normal bahwa setelah vaksinasi, beberapa orang masih memiliki kemungkinan terinfeksi,” kata Yang Zhanqiu, wakil direktur departemen biologi patogen di Universitas Wuhan pada Kamis (27/5).

Yang juga mencatat bahwa dibutuhkan waktu bagi orang yang telah menerima vaksin untuk menghasilkan antibodi.

“Dalam kasus infeksi virus hidup, dibutuhkan sekitar tujuh hari untuk mulai memproduksi antibodi, sedangkan dalam kasus penyuntikan vaksin yang tidak aktif, akan memakan waktu lebih lama, dimulai sekitar dua minggu setelah dosis pertama dan membutuhkan waktu sekitar satu bulan untuk mencapai perlindungan,” jelas Yang.

Yang mengatakan vaksin Covid-19 Sinopharm telah membantu mencegah penyakit parah dalam kasus yang dilaporkan oleh Macao.

“Karena pasien tidak menunjukkan gejala, dapat dikatakan vaksinasi mungkin memberikan perlindungan terhadap perkembangan penyakit parah dalam kasus ini,” ujarnya.

WHO pada 10 Mei mengklasifikasikan varian virus corona yang pertama kali diidentifikasi di India pada 2020 sebagai ‘varian yang menjadi perhatian global’ setelah beberapa studi pendahuluan menunjukkan bahwa virus itu menyebar dengan lebih mudah.

Sebuah laporan yang dirilis oleh WHO pada hari Rabu menunjukkan bahwa varian B.1.617, yang pertama kali terdeteksi di India, telah menyebar ke setidaknya 53 negara dan wilayah.

Untuk itu, Yang mengatakan bahwa orang harus selalu mengambil tindakan pencegahan seperti memakai masker wajah jika mereka berencana pergi ke daerah berisiko tinggi atau pergi ke luar negeri, baik divaksinasi atau tidak, karena masih ada risiko.

“Kemungkinan tertular akan jauh lebih kecil bagi orang yang pergi ke daerah berisiko tinggi itu dua minggu setelah mendapat suntikan kedua vaksin,” kata Yang. [rmol]

Iklan Atas Artikel

Iklan Tengah Artikel 1

Iklan Tengah Artikel 2

Iklan Bawah Artikel