Elektabilitas Belum Tembus 30 Persen, Ganjar Pranowo Bukan Segala-galanya Bagi PDIP



GELORA.CO - Ganjar Pranowo dengan elektabilitas tinggi dinilai menjadi aset PDIP. Karena itu, PDIP dinilai akan rugi bila tidak mengusungnya pada pemilihan presiden (Pilpres) 2024 mendatang

Pengamat komunikasi politik Universitas Esa Unggul M. Jamiluddin Ritonga mengatakan, kalkulasi politiknya kalau PDIP tidak mencalonkan Ganjar pada pilpres 2024, tentu akan berdampak bagi partai banteng moncong putih.

Analisa Jamiluddin, dampaknya tidak terlalu besar. Catatan Jamiluddin dalam berbagai survei elektabilitas Ganjar belum menyentuh 20 persen.

"Kalau elektabilitas Ganjar masih 20 persen ke bawah, peluangnya menang pada Pilpres sebenarnya masih kecil. Itupun kalau surveinya dilaksanakan secara objektif dan menerapkan prosedur survei dengan benar," demikian kaa Jamiluddin, Kamis (27/5).

Menurut Jamiluddin, PDIP akan rugi jika elektabilitas Ganjar di atas 30 persen. Sebab, dengan elektabilitas setinggi itu peluang PDIP memenangi Pilpres cukup besar.

Atas dasar itu, Jamiluddin meyakini PDIP tidak akan merasakan dampak politikk yang besar. Apalagi, di partai yang diketuai Megawati itu bayak kader yang mumpuni dan layak diusung di Pilpres mendatang.

"Di PDIP cukup banyak kader yang mumpuni yang elektabilitasnya masih bisa ditingkatkan. Waktu masih cukup bagi PDIP untuk mempersiapkan kadernya menuju Pilpres 2024," demikian kata Jamiluddin.

Selain itu, kader PDIP dikenal memiliki militansi yang cukup baik. Efek politiknya, siapa yang kemudian diusung PDIP mesin partai akan bergerak untuk merebut kemenangan.

"PDIP punya kader militan yang siap bergerak meningkatkan kandidat yang direstui Ketua Umumnya Megawati Soekrnoputri. Para kadernya ini dapat bergerak baik di darat maupun di dunia maya," demikian Jamiluddin(RMOL)



[mediamuslim.org]

Iklan Atas Artikel

Iklan Tengah Artikel 1

Iklan Tengah Artikel 2

Iklan Bawah Artikel