Serangan Fitnah Pada Anies Sistematis Dan Bertujuan Membunuh Karakter Calon Pemimpin Potensial

 

KONTENISLAM.COM - Fitnah kepada Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan semakin intensif saat berbagai terobosan dalam memimpin ibukota mendapat apresiasi dan penghargaan berbagai pihak. Tujuan dari fitnah yang masif ini tidak lain adalah agar berbagai capaian dan prestasi ini tertutupi oleh beredarnya berbagai kabar bohong sekaligus membunuh karakter Anies sebagai calon pemimpin nasional potensial di masa depan.
 
Begitu kata anggota DPD RI Fahira Idris dalam menyimpulkan sejumlah serangan yang menghampiri Anies. Teranyar, Anies diserang oleh sebaran informasi bahwa dia mendapat rumah mewah dari pengembang reklamasi. Namun belakangan data dari informasi tersebut terbukti bohong alias hoax.

Atas alasan itu, Fahira menilai serangan fitnah kepada Anies terkadang dilakukan secara sporadis dan cenderung isu yang dipilih sangat mudah dipatahkan.

Ini mungkin disebabkan kebingungan para ‘produsen’ fitnah, ingin menyerang Anies dari sisi apa, sehingga isu yang dipilih terkesan asal-asalan bahkan cenderung konyol.

Namun dari sisi penyebaran kabar fitnah terutama lewat media sosial terkesan sistematis karena disebarkan secara masif sehingga mampu memancing media massa untuk ikut memberitakan.

“Jadi kalau mau kita kilas balik, tujuannya sudah jelas membunuh karakter Anies Baswedan sebagai calon pemimpin nasional potensial di masa depan. Tetapi mereka lupa bahwa publik Indonesia sudah cerdas,” ujarnya kepada wartawan, Rabu (26/5).

Menurut Fahira, dirinya melihat ada berbagai upaya yang ingin mendegradasi kerja-kerja nyata di Jakarta yang sudah berlangsung selama lebih dari 3 tahun terakhir dengan berbagai isu, aksi, dan fitnah.
 
Upaya-upaya seperti ini tentunya harus dilawan terutama dengan cara-cara yang elegan dan tidak reaktif. Namun jika fitnah yang disebar semakin menjadi-jadi mungkin perlu dipikirkan juga untuk menempuh cara-cara lain yang lebih tegas yaitu lewat koridor hukum.

“Respon Pak Anies terhadap segala fitnah yang menyerang dirinya selama ini saya rasa sangat elegan dan sama sekali tidak reaktif. Orang-orang yang punya tingkat kesabaran tinggi saja yang mampu bersikap seperti itu,” pungkasnya. [rmol]

Iklan Atas Artikel

Iklan Tengah Artikel 1

Iklan Tengah Artikel 2

Iklan Bawah Artikel