Video Pesta Ulang Tahun Khofifah Diduga Undang Kerumunan, Sekda Jatim: Yang Punya Inisiatif Saya



GELORA.CO - Sebuah video viral di media sosial memperlihatkan suasana pesta ulang tahun Jawa Timur' Gubernur Jawa Timur Khofifah Indar Parawansa.

Tampak dalam video tersebut kerumunan orang yang ternyata adalah para petinggi pemerintahan provinsi Jawa Timur.

Video ini ramai dibagikan di media sosial lantaran diduga melanggar protokol kesehatan.

Seperti yang tampak dalam tayangan di kanal YouTube Tribun Timur, Jumat (21/5/2021), tampak segerombolan orang berkumpul di depan Gedung Grahadi, Surabaya Jawa Timur.

Mereka mengerumuni muka gedung tanpa menerapkan pembatasan fisik.

Sementara, sejumlah meja ditata dengan dipenuhi dekorasi dan sejumlah hidangan.

Selain itu, tampak juga bahwa gedung dinas gubernur Jawa Timur tersebut telah dihias sedemikian rupa secara meriah.

Video tersebut diambil pada Rabu (19/5/2021), tepat pada hari ulang tahun sang gubernur.

Pesta itu disebut-sebut diadakan untuk merayakan hari jadi Khofifah yang ke- 56 tahun.

Tak hanya dihadiri para rekan dan bawahan, acara tersebut juga turut mengundang penyanyi senior Katon Bagaskara.

Namun, hal ini segera diklarifikasi oleh Plh Sekdaprov Jatim Heru Tjahjono yang langsung pasang badan.

Dikutip TribunWow.com dari Kompas.com, Sabtu (22/5/2021), ia menyebut bahwa acara tersebut bukan inisiatif Khofifah, melainkan dirinya.

Menurut Heru, hal ini dilakukan sebagai bentuk kasih sayang dan penghormatan pada pimpinan.

"Sumpah demi Allah itu bukan inisiatifnya Bu Gubernur Khofifah," kata Heru, di kantor Gubernur Jatim, Jumat (21/5/2021).

"Yang punya inisiatif saya sebagai pimpinan OPD sebagai bentuk perhatian staf kepada atasannya."

"Karena Ibu Gubernur juga sering memberi perhatian saat bawahannya berulang tahun."

Menurut Heru, Khofifah justru disiplin menerapkan protokol kesehatan secara ketat.

"Ibu Gubernur sangat-sangat teliti tentang protokol kesehatan," ujar Heru.

Oleh sebab itu, ia membantah adanya kerumunan dalam acara tersebut.

Pasalnya, Heru telah memperhitungkan kapasitas gedung Grahadi yang masih jauh dibanding undangan yang hadir.

"Tidak ada kerumunan, hanya sekitar 50 orang, sementara kapasitas Gedung Grahadi 2.000 orang," kata Heru.

Ia mengatakan bahwa dalam acara tersebut orang-orang yang hadir telah rutin melakukan swab.

Sehingga Heru berasumsi bahwa acara tersebut telah aman dari penyebaran Covid-19.

"Pimpinan OPD hanya 30 orang, sisanya tenaga teknis dan pembantu umum,"bebernya.[tn]



[mediamuslim.org]

Iklan Atas Artikel

Iklan Tengah Artikel 1

Iklan Tengah Artikel 2

Iklan Bawah Artikel