Success Story Jokowi Versi Busyro: Lumpuhkan KPK-Komisaris untuk Jongos

Bulan Juni bisa jadi merupakan bulan spesial bagi rakyat Indonesia. Pasalnya bulan ini merupakan bulan kelahiran empat dari tujuh Presiden yang pernah memimpin Indonesia. 

KONTENISLAM.COM - Mantan Ketua Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK), Busyro Muqoddas, tegas menuding kesuksesan Pemerintahan Jokowi sempurna melumpuhkan KPK. Dia juga menyindir perilaku rezim bagi-bagi komisaris BUMN untuk para jongos rezim.

Manta Ketua KPK yang juga Ketua PP Muhammadiyah Bidang Hukum, HAM dan Kebijakan Publik, Busyro Muqoddas menyampaikan hal tersebut di acara diskusi daring Agenda Mendesak Penguatan KPK yang digelar Fisipol Universitas Muhammadiyah Yogyakarta (UMY), Sabtu (19/6).

Busyro melihat aksi pelumpuhan KPK sebagai kisah sukses. Dalam hal ini merupakan kesuksesan pemerintah Joko Widodo (Jokowi) dan DPR RI. "Itu melumpuhkan KPK dengan sempurna. Bisa dikatakan sebagai success story dari Pak Jokowi," kata Busyro.
 
Menurut Busyro Muqoddas, hal ini terlihat jelas dalam kisruh Tes Wawasan Kebangsaan (TWK). Seperti diketahui 75 pegawai KPK tak lolos dan berujung pada pemecatan. Hingga saat ini, tak ada satu pun partai politik yang menunjukkan sensivitasnya.

"Sampai sekarang mana ada parpol yang menunjukkan sensitivitas mereka terhadap 75 pegawai KPK ini," bebernya.

Busyro menjelaskan penguatan kembali KPK harus terus diusahakan. Namun, ia meminta masyarakat untuk tidak sepenuhnya berharap pada birokrasi negara dalam upaya tersebut. Alasannya, karena komisioner KPK jelas-jelas membangkang amanat Jokowi mengenai TWK KPK. Akan tetapi, hal itu dibiarkan oleh Jokowi.

"Kemudian, yang kedua, membangkang terhadap amanat Presiden, tetapi pembangkangan itu tidak ditegur oleh Presiden," sebutnya.
 
Pembiaran yang dilakukan oleh Jokowi ini menyebabkan Busyro hampir kehilangan kepercayaan pada Presiden. Ia berharap hingga November atau September Presiden bisa membatalkan hasil TWK KPK.

"Kita berharap sampai pada akhir bulan November atau September ini, jika Presiden membatalkan hasil TWK itu, maka kita punya harapan pada negara ini," ujar Busyro Muqoddas.

Jika sampai saat itu Presiden tidak bertindak, kata Busyro Muqoddas, maka ia tak bisa berharap lagi pada pemerintahan Jokowi.

"Jika Presiden sampai saat itu tidak segera membatalkan TWK dan memulihkan 75 pegawai itu sebagaimana status awalnya, maka itulah saat yang terang benderang. Kita tak bisa berharap lagi pada Presiden Jokowi," pungkasnya.

Bagi-bagi jabatan komisaris BUMN untuk para jongos rezim

Busyro juga menyentil soal aksi bagi-bagi jabatan komisaris di BUMN. Menurutnya, jabatan itu banyak diberikan kepada orang-orang di lingkaran pendukung saat Pilpres 2014 dan 2019.

"Jabatan-jabatan yang terkait dengan fasilitas kenegaraan yang melanggar prinsip the right man on the right job. Ya komisaris-komisaris dan sejenisnya itu," kata Busyro, Sabtu (19/6).
Baca juga:
Busyro Sindir Aksi Bagi-bagi Jabatan Komisaris di Pemerintahan Jokowi

Kata dia, jabatan komisaris-komisaris ini justru banyak diberikan kepada orang-orang yang tidak memiliki kapasitas di bidang tersebut. Bahkan ia tak ragu menyebut hal ini sebagai mainan untuk meraup dukungan di 2024.

"Itu hanya mainan-mainan saja bagi mereka yang diharapkan akan mendukung pada 2024 mendatang dan bagi mereka yang kemarin sudah berjasa sebagai jongos-jongos politik pada periode pemilu lalu," sebut Busyro Muqoddas.[detik]

Iklan Atas Artikel

Iklan Tengah Artikel 1

Iklan Tengah Artikel 2

Iklan Bawah Artikel