Mahfud MD Cerita Keseruan Nonton Sinetron Ikatan Cinta Di Masa PPKM, Fadli Zon: Begini Jadinya Tak Dipimpin Presiden



GELORA.CO - Kicauan Menteri Koordinator Bidang Politik, Hukum dan Keamanan, Mahfud MD, di Twitter, dikritik Politisi Partai Gerindra, Fadli Zon.

Dalam kicauannya Mahfud MD menceritakan aktivitas yang tengah ia jalani semasa Pemberlakuan Pembatasan Kegiatan Masyarakat (PPKM) Darurat sekarang ini.

"PPKM memberi kesempatan kepada saya nonton serial sinetron Ikatan Cinta. Asyik juga sih, meski agak muter-muter. Tapi pemahaman hukum penulis cerita kurang pas. Sarah yang mengaku dan minta dihukum karena membunuh Roy langsung ditahan. Padahal pengakuan dalam hukum pidana itu bukan bukti yang kuat," kicau Mahfud MD.

Selang beberapa menit, Fadli Zon membalas kicauan Mahfud MD yang isinya berupa kritikan terhadap kebijakan PPKM Darurat.

Menurutnya, pelaksanaan PPKM Darurat yang tidak dipimpin langsung oleh Presiden Joko Widodo justru menimbulkan ketidaksesuaian peran dan fungsi menteri. Ia menyebut aktivitas yang digeluti Mahfud MD menonton sinetron sebagai salah satu contohnya.

"Inilah kalau komando pengendalian Covid tidak langsung dipimpin Presiden. Ada yang sibuk, berjibaku di lapangan, ada yang asyik nonton sinetron Ikatan Cinta," kicau Fadli Zon membalas kicauan Mahfud MD.

Maka dari itu, Fadli Zon menyarankan Presiden Jokowi untuk mengambilalih kepemimpinan pelaksanaan PPK Darurat, yang di mana kini tengah dipegang Menko Bidang Kemaritiman dan Investasi, Luhut Binsar Pandjaitan, khusus untuk wilayah Jawa-Bali.

Dengan dipimpin langsung oleh Kepala Pemerintahan, mantan Wakil Ketua DPR itu meyakini peran dan fungsi seluruh menteri bisa berjalan dan terkoordinasi dengan baik.

"Saran saya Pak Jokowi ambil alih kepemimpinan penanganan darurat Covid. Semua menteri ada tanggung jawab masing-masing," tuturnya.

"Selamat nonton Pak (Mahfud MD)," pungkas Fadli Zon dalam kicauannya sembari memberikan emoticon tersenyum.(RMOL)



[mediamuslim.org]

Iklan Atas Artikel

Iklan Tengah Artikel 1

Iklan Tengah Artikel 2

Iklan Bawah Artikel