Pengamat Politik Ungkap Pihak Dibalik 'Desain Serius' Gerakan BEM vs Jokowi, Singgung soal Tahun Pertaruhan

Pengamat-Politik-Ungkap-Pihak-Dibalik-Desain-Serius-Gerakan-BEM-vs-Jokowi-Singgung-soal-Tahun-Pertaruhan

KONTENISLAM.COM - Gerakan Badan Eksekutif Mahasiswa (BEM) Universitas Indonesia mengkritik Presiden Jokowi mendapat dukungan dari BEM kampus lain. 


BEM di Jabodetabek sampai BEM di daerah turut mengkritik kinerja Jokowi. 


Bagaimana nanti ujung gerakan BEM ini ya, apakah bisa menjatuhkan rezim Jokowi?


Ternyata analisisnya gerakan BEM atau gerakan mahasiswa ini bakal tidak berkembang lho. 


Meski gerakan ini didesain serius, tapi kondisi Covid-19 membuat gerakan ini lemah walau yang dihadapi adalah pemerintah yang lemah.


Siapa yang Desain Gerakan BEM vs Jokowi Ini?


Direktur Eksekutif Nusantara Centre, Yudhie Haryono mengatakan, gerakan BEM kritik Jokowi ini didesain sangat serius oleh dua arus utama. 


Pertama arus mahasiswa yang benci pengkhianatan intelektual, yang kedua agregasi lintas sektoral yang merasa ‘cukup adalah cukup’ untuk rezim Jokowi.


“Lintas sektoral ini ada militer, polisi idealis, mantan aktivis, mantan pengusaha, yang melihat tak ada masa depan dengan pak Jokowi,” jelas Yudhie, Jumat 2 Juli 2021.


Namun demikian meski sangat serius desainya ini sayangnya gerakan ini tak punya amunisi yang cukup secara mentalitas dan keadaan. 


Apalagi kata Yudhie, kondisi Covid ini, bisa menghambat gerakan. Sebab kalau mau bergerak, mikirnya sudah panjang sebab aturan ketat untuk berkerumun.


Yudhie melihat ada beberapa titik lemah dari gerakan BEM kali ini untuk bisa menciptakan perubahan politik signifikan. 


Dari sisi amunisi dan isu, gerakan ini tak berkembang dengan baik karena diskusi-diskusi isu publik berjalan sporadis.


“(Isu) belum kental jadi perlu proses dalam istilah gerakan, tapi di sisi lain mesti berhadapan dengan Covid yang kian meluas. Proses konsolidasi isu belum ketemu strateginya untuk bisa menjadi gerakan lebih luas,” katanya.


BIN dan Buzzer Nggak Diam Saja


Munculnya gerakan BEM ramai kritik Jokowi aslinya sudah diendus oleh rezim saat ini. 


Kata Yudhie, Badan Intelijen Negara (BIN) dan buzzer pendukung rezim sudah melancarkan operasi untuk mengkondisikan gerakan ini.


Tapi fokus rezim saat ini, kata dia, masih payah dan sibuk dengan kondisi keuangan negara yang makin terkuras. Hutang makin menumpuk.


“Jadi ini gerakan (BEM) yang lemah bertemu dengan pemerintah yang lemah,” tegasnya.


Yudhie menambahkan dengan kelemahan gerakan tersebut, maka nasib gerakan ini akan cenderung jalan ditempat.


“Tidak layu tapi tidak berkembang (gerakannya). Mereka akan kuat, stagnan dan tak berkembang. Kalau mau besar ada banyak kendala yang tak bisa dipecahkan dengan cepat (masalah Covid)” jelasnya.


Lalu Apakah Posisi Jokowi Bakal Aman Sampai Akhir Periode Ini?


Yudhie berpandangan tahun ini adalah kunci, untuk melihat apakah akan terjadi perubahan politik di Indonesia atau tidak. 


Sebab pemerintah habis kekuatan sedangkan dari luar terus dikritik mahasiswa.


“Ini tahun pertaruhan, sudah habis seluruh resource. Tapi kalau jatuh pun, yang ganti juga nggak punya resource. Inilah bedanya dengan Pemilu, kudeta 98 dan 65. Pemain layer 3 dan 4 nggak punya uang padahal mereka sudah beriman ke rezim,” kata Yudhie.


Menurut Yudhie sedikit sekali lho pemimpin yang mau mimpin Indonesia dengan kondisi kemiskinan mengancam, hutang mencapai 6000 triliun. Coba siapa yang berani?


Untuk menyelesaikan hutang pemerintah Indonesia yang gede banget itu, perlu pemimpin yang betul-betul punya terobosan.


“Jadi out of the box pemimpinnya, yang ada nggak banyak, kalau ada nggak dapat porsi cukup dukungan dari masyarakat,” katanya. [hops]

Iklan Atas Artikel

Iklan Tengah Artikel 1

Iklan Tengah Artikel 2

Iklan Bawah Artikel