Resmi! Kasus Aktif Covid-19 di Indonesia Kalahkan India

Petugas membawa peti jenazah yang akan dimakamkan dengan protokol COVID-19 di area khusus TPU Srengseng Sawah, Jakarta, Jumat (15/1/2021). TPU Srengseng Sawah mulai menerima pemakaman jenazah dengan protokol COVID-19 sejak Selasa (12/1) lalu. Menurut petugas makam dalam tiga hari terakhir sudah 164 jenazah Covid-19 yang dikubur di TPU tersebut. Lahan pemakaman di Pondok Rangon dan Tegal Alur yang saat ini menjadi lahan pemakaman pasien Corona Virus Desease 2019 (COVID-19) yang hampir penuh. Meski untuk jenazah pasien Covid 19, jenazah non Covid-19 masih bisa digunakan untuk pemakaman. Pantauan CNBC Indonesia sampai pukul 14.00 wib sudah 20 jenazah yang dimakamkan, dan kemungkinan akan bertambah lagi. Ada empat TPU di wilayah Jakarta yang digunakan untuk memakamkan jenazah pasien Covid-19, yakni TPU Tegal Alur di Jakarta Barat, TPU Pondok Ranggon di Jakarta Timur, TPU Rorotan di Jakarta Utara, dan TPU Srengseng Sawah. Dikutip dari CNN Indonesia pada Kamis, 14/1, Kepala Suku Dinas Pertamanan dan Hutan Kota Jakarta Selatan Winarto mengatakan, lahan di TPU Srengseng Sawah digunakan untuk memakamkan jenazah Covid-19 muslim. Dalam menangani krisis lahan pemakaman ini, pihak TPU Pondok Ranggon maupun TPU Tegal Alur juga menerapkan makam tumpang. Namun, mekanisme tersebut harus mendapat izin pihak keluarga. (CNBC Indonesia/ Muhammad Sabki) 

KONTENISLAM.COM - Tsunami Covid-19 yang terjadi dalam beberapa pekan terakhir membuat kasus aktif di Indonesia menembus 443.473 pasien pada Rabu (14/7/2021).

Kasus aktif ini bertambah 35.764 kasus dibandingkan kemarin, dan merupakan pertambahan tercepat sejak pandemi melanda Indonesia.

Alhasil, Indonesia naik ke peringkat 5 dunia dalam kasus aktif terbanyak. Indonesia mengalahkan India yang tercatat memiliki 439.814 kasus aktif.

Padahal, India merupakan salah satu episentrum Covid-19 dunia dengan varian delta yang menjadi sumber ketakutan dunia pada saat ini.

Kasus aktif di Indonesia juga semakin mendekati kasus aktif di Rusia yang tercatat 454.241 pasien.
 
Kenaikan kasus aktif di Indonesia disebabkan oleh pertambahan kasus baru Covid-19 di Indonesia yang mencapai 54.517 pasien dalam sehari. Dengan jumlah tersebut, Indonesia kembali memimpin pertambahan kasus baru di seluruh dunia, mengalahkan Inggris yang tercatat 42.302 kasus dan India 36.390 kasus. Alhasil, hingga hari ini total konfirmasi positif di Indonesia menembus 2,67 juta.

Sementara itu, kasus kematian bertambah 991 orang sehingga total menjadi 69.210 orang. Ini merupakan kasus kematian Covid-19 yang cukup tinggi di Indonesia dalam sehari.

Kabar baiknya, kasus kesembuhan bertambah 17.762 orang dalam sehari. Totalnya ada 2,157 juta pasien yang sembuh dari Covid-19.

Epidemiolog Griffith University Dicky Budiman sebenarnya telah mengingatkan bahwa Indonesia berpeluang menjadi episentrum Covid-19 dunia. Pasalnya, ketika sejak awal pandemi terjadi, ada tiga negara yang berpotensi menjadi episentrum corona dunia karena memiliki penduduk yang padat yakni India, Brasil, dan Indonesia,

"Saat ini dua dari tiga negara itu masih menjadi episentrum dan kasus kematian yang menjadi masalah. Indonesia bukan berarti sudah bebas, tapi malah bisa semakin besar kasusnya karena sinergitas pemerintah dan masyarakat. Dalam situasi harus menghadapi bersama-sama, tidak ada yang lebih dominan," kata Dicky, belum lama ini.

Dia menegaskan prgram pemerintah tidak akan berhasil jika tidak ada peran dari masyarakat, baik untuk 3T dan menerapkan protokol kesehatan. Selain itu, Dicky mengungkapkan anjuran protokol kesehatan harus disertai regulasi yang mendukung.

"Misalnya anjuran membatasi pergerakan masyarakat, tapi malah dipermudah pergerakan jadi kan kontraproduktif. Indonesia kasusnya tidak mirip kaya India memang tidak, hanya sedikit kemungkinannya, tapi kalau tidak ditangani serius bisa saja," ujarnya.[cnbcindonesia]

Iklan Atas Artikel

Iklan Tengah Artikel 1

Iklan Tengah Artikel 2

Iklan Bawah Artikel