Sebut Zaman Orba Terlalu Korup, Politisi PDIP: Jokowi dan Pemerintahan Demokratis Sekarang Jadi Harus Kerjakan PR Orba

Sebut Zaman Orba Terlalu Korup, Politisi PDIP: Jokowi dan Pemerintahan Demokratis Sekarang Jadi Harus Kerjakan PR Orba 

KONTENISLAM.COM - Politisi PDIP, Budiman Sudjatmiko menyebut, rezim otoriter korup dan tradisional hanya terjadi di sebagian besar negara di Afrika dan Amerika Tengah pada sekitar tahun 1970-an dan 1980-an.

“Rezim otoriter korup dan tradisional seperti di kebanyakan negara Afrika dan Amerika Tengah tahun 1970-an dan 1980-an terlunta-lunta dalam pembangunan infrastrukturnya,” kata Budiman Sudjatmiko, seperti dilihat dari akun Twitternya, Jumat, 23 Juli 2021.

Sementara di sebagian besar negara di Asia Timur dan Amerika Selatan, sambung Budiman Sudjatmiko, rezim otoriternya lebih modernis.

Sedangkan rezim Orde Baru (Orba), menurut Budiman Sudjatmiko, berada di posisi tengah-tengah.

“Agak beda dengan rezim-rezim otoriter di Asia Timur dan Amerika Selatan yang lebih modernis. Posisi Orba di tengah-tengah,” ungkapnya.

Mengapa rezim Orba berada di posisi tengah-tengah?

Budiman Sudjatmiko memaparkan bahwa di sebagian besar negara-negara berkembang, infrastruktur biasanya dibangun oleh rezim otoriter yang tidak korup.

“Tapi Orba terlalu korup untuk sehingga gagal meski berkuasa 32 tahun,” tuturnya.

Akibatnya, lanjut Budiman Sudjatmiko, Presiden Jokowi dan pemerintahannya yang demokratis harus mengerjakan sejumlah pekerjaan rumah yang bersumber dari rezim Orba.

Padahal, menurut Budiman Sudjatmiko, rezim Orba merupakan rezim yang paling lama berkuasa di Indonesia.

“Akibatnya pemerintah demokratis yang melakukannya. Jadi yang dilakukan pak Jokowi ini bener-bener mengerjakan PR yang harusnya dilakukan Orba (tapi waktu berkuasa lama, 32 tahun, disia-siakan),” pungkasnya. [pikiran-rakyat]

Iklan Atas Artikel

Iklan Tengah Artikel 1

Iklan Tengah Artikel 2

Iklan Bawah Artikel