Tidak Cukup Cuma Ganti Logo, Perindo Harusnya Ganti Hary Tanoe



GELORA.CO - Partai Periondo dianggap belum cukup hanya dengan mengganti logo. Perubahan tersebut juga tidak serta merta akan mengubah positioning partai tersebut di masyarakat.

Demikian pendapat pengamat komunikasi politik Universitas Esa Unggul Jamiluddin Ritonga kepada Kantor Berita Politik RMOL, Minggu (8/8).


"Logo tersebut harus di sosialisasikan ke masyarakat agar dipahami maknanya," tandas Jamiluddin.

Menurut dia, perubahan logo juga akan sangat berarti bila diikuti perubahan sikap dan perilaku seluruh pimpinan dan kader Perindro.  

"Kalau tidak, logo baru tersebut hanya akan jadi pajangan yang tidak bermakna apa-apa bagi masyarakat," imbuhnya.

Pasalnya menurut Jamil, masyarakat tidak terlalu peduli dengan logo partai politik. Mereka baru ingat dengan partai politik bila selalu hadir dikala dibutuhkan.

Selain itu, Jamiluddin berpandangan, partai politik yang besar di Indonesia pada umumnya sangat ditentukan oleh ketua umumnya. Hal itu terjadi karena budaya patenaisstik masih dominan di sebagian masyarakat Indonesia.

"Karena itu, Perindo tampaknya tak cukup hanya berganti logo bila ingin menggaet pendukung yang signifikan. Ketua umum Perindo juga perlu diganti agar masyarakat lebih care pada partai tersebut," saran dia.

Karena jika Hary Tanoe sebagai Ketua Umum Perindo belum diganti, dihawatirkan partai berlogo burung garuda ini akan mengalami nasib yang sama seperti Pileg 2019.

"Karena itu, HT harus ihklas menyerahkan Ketua Umum ke kader lain yang lebih menjual untuk membesarkan Perindo," tandas Jamil.(RMOL)



[mediamuslim.org]

Iklan Atas Artikel

Iklan Tengah Artikel 1

Iklan Tengah Artikel 2

Iklan Bawah Artikel