Tangkal Keinginan Jokowi 3 Periode, Perindo: Bagaimana Mungkin, Pimpinan Parpol Sudah Pasang Baliho?



GELORA.CO - Pernyataan Presiden Joko Widodo saat bertemu pimpinan partai politik non-parlemen beberapa waktu lalu, yang dianggap sejumlah pihak sebagai satu keinginan maju kembali menjadi preisden untuk periode ketiga, ditangkal Perindo.

Melalui Sekretaris Jendralnya, Ahmad Rofiq, Perindo menyatakan bahwa Jokowi hanya berkelakar, sehingga menyatakan tidak punya kekuatan untuk maju kembali untuk periode ketiga karena bukan ketua umum partai politik.


Pun saat pertemuan dengan pimpinan parpol non-parlemen juga dibahas wacana amandemen UUD 1945, Rofiq menegaskan bahwa hal tersebut tidak ada sangkut pautnya dengan isu Jokowi 3 periode.

"Presiden Jokowi sangat keberatan terkait dengan amendemen," ujar Rofiq dalam keterangan tertulis kepada wartawan yang dikutip Senin subuh (6/9).

Alih-alih mempertegas sikap Jokowi yang ogah maju kembali menjadi presiden, Rofiq menyinggung perihal gelagat politik sejumlah pimpinan parpol yang sudah mulai mempublikasikan dirinya menjelang Pilpres 2024.

"Lagi pula, bagaimana mungkin (Jokowi) tiga periode sementara para ketua umum partai sudah pasang baliho di mana-mana, dan sudah siap bertarung untuk maju," demikian Rofiq.

Ucapan Jokowi yang sebelumnya mengaku akan taat pada konstitusi yang diatur di dalam Pasal 7 UUD 1945 terkait masa jabatan presiden dan wakil presiden hanya boleh dua periode dipertanyakan sejumlah pihak.

Bahkan, seorang epidemiolog mempertanyakan hal tersebut, ialah Pandu Riono, yang mulai melihat adanya keinginan dari pernyataan Jokowi saat bertemu dengan partai politik non-parlemen, di Istana Merdeka, Jalan Medan Merdeka Utara, Gambir, Jakarta Pusat, Rabu (1/9).

Pernyataan Jokowi yang diungkap oleh Sekretaris Jendral (Sekjen) Partai Bulan Bintang (PBB), Afriansyah Ferry Noor menyebutkan, dalam pertemuan tersebut disampaikan oleh Presiden RI yang tengah duduk untuk periode kedua itu mengenai wacana masa jabatan tiga periode presiden.

Kata Ferry, Jokowi sempat melontarkan kelakar kepada pimpinan parpol non-parlemen yang hadir bahwa wacana tiga periode masa jabatan presiden tak bisa dilakukan karena dirinya bukanlah ketua umum partai politik.

Dari fakta ini, Pandu Riono bertanya-tanya sekaligus mempersepsikan makna dari pernyataan Jokowi yang tidak bisa maju untuk ketiga kalinya menjadi presiden karena bukan sebagai ketua umum parpol.

"Kalimat itu bisa dipersepsikan bahwa pak Jokowi ingin tiga periode, bila didukung semua parpol (minimal ketuanya). Bener enggak sih?" demikian Pandu Riono menyampaikan melalui akun Twitternya, Rabu (3/9). (RMOL)



[mediamuslim.org]

Iklan Atas Artikel

Iklan Tengah Artikel 1

Iklan Tengah Artikel 2

Iklan Bawah Artikel