MEKKAH

 khususnya sejak didominasi oleh suku Quraisy MEKKAH
MEKKAH

Mekkah dikenal sebagai pusat bisnis, khususnya sejak didominasi oleh suku Quraisy. 

Di Mekkah ada Ka'bah, situs keagamaan yang  dibangun oleh tangan nenek moyang mereka, Nabi Ibrahim alaihissalam. 

Ibrahim punya dua putera, Ismail dan Ishak. Dua-duanya nabi. Dari Ishak lahir putra bernama Ya'qub, yang juga seorang nabi. Nama lainnya adalah Israel. 

Lalu Ya'qub punya 12 anak, salah satunya bernama Yusuf, yang juga seorang nabi. Yusuf dan saudara-saudaranya inilah yang kemudian disebut sebagai Bani Israil. 

Nantinya dari jalur mereka akan lahir para nabi lain seperti Daud, Sulaiman, Musa, Harun, Zakaria, Isa, Yahya dan lainnya. Semua keturunan Ibrahim, yang disebut sebagai ayah dari para nabi (Abul anbiya'). 

oOo

Sayangnya, kalau ditelusuri lebih dalam, hanya keturunan dari Ishak saja yang menjadi nabi. Sedangkan keturunan dari Ismail, tak satu pun yang jadi nabi. 

Mereka ini tetap tinggal di Mekkah, jauh sekali dari sepupu jauh mereka keturunan Ishak, di Palestina. 

Namun mereka tetap mengenal Ibrahim sebagai kakek moyang mereka. Beberapa ritual ibadah warisan Ibrahim sebagiannya masih mereka jalankan. 

Setiap tahun mereka masih rutin melaksanakan ibadah haji. Tawaf, Sa'i bahkan wukuf di Arafah dan Mina. 

Meski ada beberapa praktek yang menyimpang, seperti qurban untuk berhala, tawaf dengan telanjang, sambil bertepuk dan bersiul. Termasuk menggeser-geser jadwal ibadah haji setiap tahun. 

Sampai lewat masa 26 abad kemudian, yaitu diutusnya Nabi Muhammad SAW. Beliau adalah cucu Ibrahim dari jalur Ismail, satu-satunya yang jadi nabi. 

oOo

Namun saking lamanya masa kosong ini membuat penduduk Mekkah merasa asing dengan konsep kenabian, malaikat, kitab suci bahkan juga kehidupan akhirat. 

Sehingga kedatangan Nabi Muhammad SAW justru mereka tolak. Malah setelah 13 tahun, mereka pun berhasil akhirnya mengusirnya hijrah ke Madinah. 

Sampai akhirnya 8 tahun kemudian Nabi SAW berhasil membebaskan Mekkah, lalu penduduknya berbondong masuk Islam. 

Maka semua ibadah ritual warisan nabi Ibrahim diadjusting ulang. Yang paling utama adalah membuang berhala yang selama ini disembah. Kemurnian tauhid dikembalikan. 

Sedangkan tata cara haji dibetulkan dan disempurnakan. Jadwal haji ditetapkan hanya pada tanggal 9 Dzulhijjah tiap tahun. 

Tapi tahannuts di dalam gua sudah tidak disyariatkan, padahal Nabi SAW sempat mempraktekkan menjelang diangkat jadi nabi.
Sedangkan khitan tetap dipertahankan. 

oOo

Hari ini 14 abad kemudian, lebih dari 1,6 milyar muslim sedunia dimana pun berada, menghadapkan wajahnya ke Mekkah, lima kali dalam sehari semalam.

Padahal mereka tidak saling kenal, kebangsaan dan sukunya amat beragam. Kalau berkomunikasi beda-beda bahasanya, jadi belum tentu saling paham. 

Kewarga-negaraan mereka pun macam-macam. Tentunya ideologi dan aliran politik mereka, pastilah tidak sepaham. Tinggalnya pun di berbagai kultur dan beda-beda kondisi alam. 

Namun agama mereka satu yaitu: Islam.

(Ust Ahmad Sarwat)

Iklan Atas Artikel

Iklan Tengah Artikel 1

Iklan Tengah Artikel 2

Iklan Bawah Artikel

Banner iklan disini