Rocky Gerung: Jualan Isu Radikalisme Untuk Tutupi Kasus Korupsi

Pengamat politik Rocky Gerung menyebut Pemerintah menjual isu Radikalisme dalam kasus pena Rocky Gerung: Jualan Isu Radikalisme Untuk Tutupi Kasus Korupsi
MEDIA MUSLIM - Pengamat politik Rocky Gerung menyebut Pemerintah menjual isu Radikalisme dalam kasus penangkapan tiga ulama oleh Densus 88.

Menurut Rocky, isu tersebut sengaja digunakan oleh Pemerintah untuk menciptakan isu baru.

“Jadi Islam selalu akan disodorkan ketika nggak ada isu. Maka disodorkanlah isu Islam,” kata Rocky Gerung dalam video yang diunggah dalam kanal YouTube-nya, Selasa.

Ia juga mengatakan bahwa isu tersebut digunakan Pemerintah untuk menutupi kasus korupsi dan bisnis tes PCR yang dilakukan oleh sejumlah pejabat.

“Jadi pemerintah betul-betul main cuma di dua bidang itu aja, atau dia menutupi korupsi atau dia justru dalam upaya menutupi korupsi dan termasuk PCR ini disodorkan isu baru soal radikalisme,” tuturnya.

Mantan Dosen Universitas Indonesia itu juga menyebutkan jika pihak yang akan menjadi korban dari kemunculan isu baru seputar radikalisme adalah orang-orang yang dianggap satu nafas dengan Habib Rizieq.

“Dan korbannya pasti adalah mereka yang dianggap senafas dengan Habib Rizieq,” imbuh Rocky.

“Padahal sebetulnya fraksi-fraksi dalam Islam itu kan beragam sekali. Pemerintah pukul rata saja untuk mengelabui opini publik itu sebetulnya, bahwa ada kegiatan yang membahayakan negara,” lanjutnya.

Jualan isu radikalisme dan terorisme juga dilakukan partai-partai pendukung pemerintah.

Terbaru Sekjen PDIP saat bicara di webinar Partai Perindo mengatakan Negara tidak boleh kalah dengan gempuran radikalisme dan terorisme.

Koar-koar radikalisme, sementara dana bansos diembat.
Pengamat politik Rocky Gerung menyebut Pemerintah menjual isu Radikalisme dalam kasus pena Rocky Gerung: Jualan Isu Radikalisme Untuk Tutupi Kasus Korupsi

Iklan Atas Artikel

Iklan Tengah Artikel 1

Iklan Tengah Artikel 2

Iklan Bawah Artikel

Banner iklan disini