Bagus sekali argumennya ibu ini, Cerdas! Emang di jaman Jokowi ini semua serba kebolak balik

Cerdas sekali argumen yang disampaikan seorang ibu Bagus sekali argumennya ibu ini, Cerdas! Emang di jaman Jokowi ini semua serba kebolak balik
[PORTAL-ISLAM]  Cerdas sekali argumen yang disampaikan seorang ibu-ibu peserta Aksi Super Damai Reuni 212 yang berlangsung pada Kamis kemarin (2/12/2021) di seputaran Patung Kuda Jakarta.

Memang di jaman Jokowi ini semua kebolak balik. Makanya indeks demokrasi kita turun. Padahal tak bakal ada Jokowi jadi Presiden kalau tidak karena gerakan Reformasi 1998.

Ibu berpakaian hitam dan berjilbab hitam ini mengatakan dengan lugas dan tegas:

"Bahwa hari ini Kamis 2 Desember 2021 kita ketahui betapa sulitnya Reuni ini dilaksanakan karena aparat sedemikian rupa melakukan penghalangan.

Kami ingin mengatakan bahwa produk terpenting daripada era Reformasi adalah diperkenankannya kita bicara secara merdeka di hadapan publik umum. Tapi hak-hak ini dilanggar!

Oleh karena itu kami ingin mengatakan harusnya pemerintah mengingat bahwa tidak ada larangan untuk mengemukakan pendapat di muka umum, untuk berserikat dan berkumpul, sesuai dengan Undang-undang No.9 tahun 1998. 

Justru apabila anda menghalang-halangi hak tersebut berarti anda sendiri telah melanggar konstitusi!

Perlu diketahui aturan minta izin (untuk aksi) itu tidak ada, yang ada adalah pemberitahuan. Artinya apa? pihak aparat seharusnya menerima pemberitahuan tersebut, lalu memberi tanda terima atas pemberitahuan, dan mengamankan aksi tersebut.

Dan nampaknya di era rezim Jokowi ini semua serba terbolak-balik. Harusnya boleh menjadi tidak boleh.

Hari ini Umat selaku pemilik saham terbanyak negara ini justru menjadi Warga Negara Kelas Tiga.

Batin saya teriris! Batin saya menjerit! Sedih sekali umat ini dihalau digiring oleh Brimob, dihalang-halangi. Produk reformasi itu telah digagalkan justru di era Jokowi ini!"

[VIDEO]

Iklan Atas Artikel

Iklan Tengah Artikel 1

Iklan Tengah Artikel 2

Iklan Bawah Artikel

Banner iklan disini