Erdoganomics VS Hegemonic, Siapa Yang Akan Keluar Sebagai Pemenang?

Erdogan untuk kesekian kalinya mengganti Menteri Keuangan Turki Erdoganomics VS Hegemonic, Siapa Yang Akan Keluar Sebagai Pemenang?
Erdogan untuk kesekian kalinya mengganti Menteri Keuangan Turki. Sudah 3x ganti dalam 3 tahun ini.

Menteri Keuangan yang baru ditunjuk adalah Neruddin Nebati (foto atas). Salah satu pakar kebijakan fiskal ekonomi.

Nebati menggantikan Lutfi Elvan yang baru menjabat kurang satu tahun. Sebelumnya, Lutfi Elvan menggantikan Menkeu Berat Albayrak.

Bukan hanya menteri keuangan, Erdogan beberapa kali juga telah mengganti Gubernur Bank Sentral Turki.

Semua kebijakan ini diambil untuk upaya menstabilkan kembali ekonomi, inflasi yang tinggi, jatuhnya mata uang lira dan naiknya suku bunga yang tinggi.

Perlu diketahui, bahwa ekonomi Turki masih dalam serangan asing yang bertujuan secara sistematis menggoyang Erdogan pada pilpres mendatang.

Suasana ini saya istilahkan sebagai Erdoganomics melawan Hegemonic. Kekuatan asing yang bermain di belakang dolar.

Apa yang dilakukan Erdogan sudah sangat tepat, sekaligus sebagai pertaruhan yang sangat beresiko bagi Turki juga bagi Erdogan sendiri.

Tapi sebagai pemimpin, langkah Erdogan adalah langkah yang seharusnya diambil. Karena pemimpin sejatinya adalah solusi rakyat dimasa sulit.

Pada dasarnya, semua kondisi ekonomi negara mana saja saat ini tidak ada yang benar-benar sehat. Ditambah dengan serangan pandemi covid 19 yang berlarut.

Tapi Turki menghadapi "double attack". Mengingat kekuatan dunia saat ini yang anti Erdogan sedang keras-kerasnya berupaya agar Erdogan bisa di setop.

Menyetop Erdogan lewat kudeta atau lewat demonstrasi bayaran sudah pernah dilakukan dan gagal total.

Hanya lewat ekonomi ini mereka berharap Erdogan bisa goyang dan sebisa mungkin benar benar lengser di Pilpres mendatang.

Dalam hitungan saya, jika Erdogan berhasil menstabilkan ekonomi Turki minimal sampai akhir tahun depan. Maka kursi Erdogan sebagai presiden akan aman sampai 2028.

Tapi jika ekonomi Turki berhasil terus menerus diserang bahkan tidak ada perbaikan sampai pertengahan tahun depan. Besar kemungkinannya Erdogan akan sulit menang lagi untuk pilpres selanjutnya. Inilah sasaran utama para musuh Turki.

Kalau melihat kondisi GeoPolitik dunia saat ini. Erdogan masih punya peluang memperbaiki ekonomi Turki sampai tahun depan saat pandemi juga akan benar benar usai.

(Tengku Zulkifli Usman)

Iklan Atas Artikel

Iklan Tengah Artikel 1

Iklan Tengah Artikel 2

Iklan Bawah Artikel

Banner iklan disini